Friday, April 5, 2013

Perjuangan naik ke Puncak Monas

 
Sewaktu badia liburan ke Jakarta kemarin badia nyempatin untuk mengunjungi Monas, walaupun nggak sempat ke ancol at least ke Monas harus jadi.
Ditemani oleh sepupu badia yang bernama Daniela Br Ginting yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP, kami berdua pun memberanikan diri untuk pergi ke Monas menggunakan transportasi favorit aku tada Transjakarta, sebelumnya aq harus menunggu si ella pulang dari sekolahnya dulu di Sekolah RK di dekat daerah Gelanggang Remaja, si ella pulang sekolah jam 12:30.
Si Daniella Br Ginting yang nggak mau difoto
Setelah melihat si ella keluar dari sekolah kami berdua pun melangkah dengan cepat menuju stasiun Busway Transjakarta Gelanggang Remaja dan langsung menuju Monas, sialnya ketika kami sudah sampai di stasiun busway Monas kami harus berjalan kaki jauh lagi menuju pintu gerbang masuk Monas.
Dan akhirnya aku tau seharusnya kami berdua turun di stasiun busway yang di Gambir, ya udah deh gpp itung-itung cuci mata di sekitaran Monas, dan tada aku dan ella pun berhasil masuk kedalam lingkungan Monas, kami masih harus berjalan sekian kilometer lagi untuk memasuki gedung monas, Ternyata Monas itu luas banget kaki aku serasa mau copot tapi karena hari itu adalah hari terakhir aku di Jakarta aku pun harus semangat.
Aku dan Ella sempat bingung lantaran semua gerbang masuk gedung Monas dikunci, ternyata masuknya melalui ruang bawah tanah, dan sialnya ketika Aku dan Ella ingin membeli tiket masuk dan tiket menuju puncak Monas counternya mau tutup :'(, untung ada bapak-bapak dari Medan yang kebetulan membawa sanak saudaranya menuju Monas "Ayolah mbak kami jauh dari Medan ini" beliau membujuk si mbak supaya menjual tiket masuk dan tiket ke puncak, aku yang tak mau ketinggalan juga langsung ikutan nimbrung, tapi sialnya si mbak itu tidak memberikan tiket menuju puncak Monas kepadaku.
Koridor menuju pembelian tiket masuk dan puncak monas
Aku dan Ella pun berjalan terburu-buru memasuki ruang museum Monas, lalu kami cepat-cepat naik untuk menuju puncak Monas, dan you know what sesampainya kami di depan lift menuju puncak monas ada antrian, namun antriannya tidak begitu ramai, namun ada petugas Monas yang licik beliau ingin mengambil keuntungan buat dirinya sendiri "lho pak ini sudah tutup, tiket bapak mana ?" Kata bpk petugas tersebut kepadaku dengan perut buncit dan pendek badannya. "Aduh pak tolong saya jauh datang dari Medan" Kataku pada bapak itu, si ella udah gelisah "Udah bang gak bisa kita naik" "Bisa dek nyantai ajalah" jawabku, "Kalau gitu harus bayar dong pak" kata petugas itu pada ku, "Iya pak gak apa-apa"Jawabku sambil menyodorkan uang 10rb rupiah kepadanya, Buset daah ternyata di Jakarta ada juga ya yang beginian pikirku.
Si Ella pun dengan senang bertanya "Bisa bang ?", "Bisa udah ella tenang aja" kami pun akhirnya masuk ke dalam Lift menuju puncak Monas, sesampainya di puncak Monas angin bertiup sangat kencang, berada di puncak Monas serasa berada di pantai, anginnya bertiup sangat kencang, seolah-olah Monas bakalan tumbang jika berada di puncaknya. Semua bangunan terlihat sangat kecil jika dilihat dari puncak Monas.
View dari Puncak Monos
View dari Puncak Monas
View dari Puncak Monas
Ella di puncak Monas
Ella dan Aku di Puncak Monas
View di Lantai 1 Monas
View di Lantai 1 Monas
View di Lantai 1 Monas
Tak lupa aku pun sempat mengabadikan diriku diatas puncak Monas. Setelah merasa puas melihat-lihat kota Jakarta dari puncak Monas aku dan ella pun memutuskan untuk turun dan menyempatkan singgah di lantai 1 Monas, tak beda dengan puncak Monas, di lantai 1 Monas Anginnya juga bertiup sangat kencang, terlihat luasnya daerah Monas jika dilihat dari lantai ini.
Miniatur di Museum Monas
Aku di Museum Monas
Tidak puas dengan itu aku dan ella juga menyempatkan untuk melihat Museum bawah Monas, tidak banyak benda didalam musuem monas hanya beberapa miniatur yang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaannya.
Setelah puas aku dan ella menyempatkan untuk membeli Souvenir buat teman-temanku yang berada di Medan.
That's it cerita badia ketika berkunjung ke Monas, sampai ketemu dipostingan badia yang lain ya see ya !.

0 comments:

Post a Comment