Monday, September 23, 2013

Pengalaman berada di posko pengungsian Gunung Sinabung

Halo pembaca setia blog badia, kali ini badia mau berbagi cerita tentang pengalaman badia selama berada di posko pengungsian gunung sinabung.
Suasana di dapur umum posko pengungsian Gn Sinabung yang badia datangi
Jadi kemarin badia memberanikan diri menjadi tim relawan untuk menolong saudara kita di tempat pengungsian gunung sinabung, sebenernya tim relawan tempat badia mendaftar merupakan bagian dari gereja GBKP, namanya ASIGANA (Anak SInguda siaGA bencaNA).
Tanggal 18 September 2013 aku pun berangkat dari Lubuk Pakam menuju ke Kabanjahe tepatnya di posko GBKP Klasis Kabanjahe, aku tinggal di posko tersebut selama 3 hari, sesampainya disana akupun mulai melakukan tugas yang telah diberikan oleh panitia di posko tersebut, seperti mengangkat logistik yang berdatangan dan meletakannya di tempat penyimpanan logistik, memasak di dapur umum (bagian yang paling badia suka), melakukan pencetakan nasi.
Sebelum mencetak nasi dipiring ada baiknya berpose terlebih dahulu
Jangan lupa maskernya dipakai biar makanannya lebih higenis
Well dilain sisi badia juga merasakan apa yang para pengungsi rasakan disana, mereka sebenarnya tidak ingin berada di tempat pengungsian, mereka ingin kembali ke desanya masing-masing, pergi kesawah, ladang, mengurus ternak, intinya mereka ingin kembali melakukan rutinitas seperti dulu lagi, badia sempat menanyakan kepada salah satu pengungsi (badia lupa nama bapak itu siapa) bapak udah pernah balik ke rumah bapak untuk melihat kondisi rumah bapak ?, beliau menjawab kemarin hari selasa (17 September 2013) saya sudah kembali kerumah saya, dan ternyata ketika saya sudah sampai dirumah tidak lama kemudian terjadi letusan yang ke 2 (yang lebih besar dari letusan pertama) lalu saya pun berlari dan kembali ke posko klasis kabanjahe ini lagi.
Bagiamana pak dengan kondisi rumah bapak disana ?, ya pastinya sudah terkena debu semua, bapak kesini (posko pengungsian) bersama siapa saja ?, bersama istri dan anak-anak saya, Oke deh pak tetap bersabar ya.
Salah satu grup lawak karo (Cot dogol) memberikan hiburan buat para pengungsi
Disisi lain badia juga melihat anak-anak yang berada di posko pengungsian, sebagian diantara mereka ada  yang bersekolah didekat lokasi pengungsian, sebagian dari mereka bahkan harus meninggalkan bangku sekolah karena masih takut dengan keadaan Gunung Sinabung yang masih mengeluarkan debu vulkanik.
Well selama beberapa hari disana badia juga sempat merasakan suasana suka dan duka selama di pengungsian, meskipun begitu badia juga ingin mengucapkan terima kasih buat orang-orang yang telah ikut menyumbangkan materi maupun membuat acara hiburan selama dipengungsian, sehingga para pengungsi bisa terhibur.

Sampai disini ya postingan badia mengenai pengalaman menjadi relawan di posko gunung sinabung, sampai jumpa dipostingan yang lainnya.

0 comments:

Post a Comment