Friday, October 11, 2013

Job Fair ?, ajang perncarian lowongan kerja kah ? atau ajang pengumpulan uang ?

Hello teman-teman badia mau cerita nih, jadi gini beberapa hari belakangan ini ada banyak Job Fair yang berdatangan di kota Medan bagus sih ada banyak job fair yang berdatangan di Medan, yang jadi masalahnya adalah perusahaan yang ikut dalam Job fair tersebut hanya itu-itu saja.
Badia umpamakan nih ya ada Job Fair di medan tanggal 10 Oktober berlokasi di convention center sebuah hotel nah disitu ada 15 Perusahaan yang ikutan pada Job Fair tanggal tersebut. Tidak lama kemudian tanggal 20 Oktober ada juga Job Fair di Medan (dilakukan oleh Organizer yang berbeda) namun beberapa perusahaan yang ikutan pada Job Fair tanggal 10 Oktober tersebut kembali lagi nimbrung di Job Fair pada tanggal 20 Oktober.
Yang parahnya Organizer yang menyelenggarakan Job Fair pada tanggal 10 Oktober itu, kembali lagi mengadakan Job Fair di lokasi yang berbeda pada tanggal 30 Oktober, keadaan ini diperparah dengan perusahaan yang ikutan pada Job Fair tersebut 40% sudah ikutan pada job fair di tanggal 10 Oktober.
Disini badia mulai berpikir kok yang ikutan Job Fair perusahaannya ini-ini melulu ?, apakah pihak organizer mencari keuntungan lewat ini karena mereka tahu banyak pengangguran di kota Medan ?. Biaya tiket untuk masuk ke dalam Job Fair tersebut bisa dibilang cukup mahal (buat pengangguran seperti Badia) yaitu Rp.30.000,-, badia sudah ikutan di Job Fair tersebut 3x bisa dan udah rugi Rp.90.000,-.
Keadaan ini juga diperburuk dengan belum dihubunginya si pelamar oleh perusahaan, dari ke 7 surat lamaran yang badia edarkan (Job Fair pada tanggal 10 Oktober) baru 1 perusahaan yang menghubungi badia, hal ini juga dialami oleh teman badia (yang kebetulan sama-sama ikutan Job Fair) dari sekian banyak berkas yang diberikannya baru sekitar 1-2 yang menghubunginya. Dari sini badia juga heran kenapa perusahaan yang ikutan Job Fair di salah satu organizer ikutan lagi Job Fair pada organizer yang lainnya ?, bukannya berkas lamaran yang diberikan si pelamar malah semakin menumpuk ?.
Well kesimpulan yang badia dapat dari kegiatan Job Fair ini adalah pihak Organizer mengandalkan moment seperti ini untuk mencari uang, ya bayangkan saja biaya tiket masuk per orangnya adalah Rp. 30.000,- berapa orang coba para penggangguran yang datang ke Job Fair ini untuk melamar kerja, belum lagi Fee yang didapatkan para organizer dari perusahaan yang mendirikan booth di Job Fair ini.
Sebenernya badia berkeinginan untuk mencegah perusahaan yang sudah ikutan Job Fair di Organizer yang satu agar tidak ikutan nimbrung lagi pada organizer yang lain, agar si calon pelamar pun bisa mendapatkan kesempatan untuk melamar ke perusahaan yang lain.
Well itu merupakan opini badia sih sebagai Calon pelamar kerja yang pernah ikutan Job Fair di kota Medan, kalau menurut teman-teman gimana Job Fair sekarang ?.

3 comments:

  1. Baru tau aku kalo ikutan Job Fair itu bayar. Maklum gak pernah ikut beginian. Mending melamar kerja secara online aja, Bad. Kalo ada perusahaan yang sesuai dengan kriteria mu nanti kau dikirimi email.
    Ada kok situsnya, punya anak Medan lagi. Nih jobsmyarea.com

    ReplyDelete
  2. Astagaaa.. segitunya yaa ckckck. :O

    ReplyDelete
  3. sumpah itu kayak di PHP-in lho des
    menunggu yang tidak pasti

    ReplyDelete