Friday, November 29, 2013

Keluh Kesah Para Pengungsi Gunung Sinabung


Hello pembaca setia blog badia, kali ini aku mau share mengenai keluh kesah para pengungsi gunung sinabung, setelah meletus pada bulan september 2013 kemarin dan badia juga sempat membuat postingan pengalaman menjadi relawan sinabung, November 2013 pun Gunung Sinabung kembali menunjukan kegagahannya, gunung sinabung meletus kembali, namun letusannya kali ini sangat membuat resah warga Tanah Karo.

Tanggal 18 November 2013 kemarin Gunung Sinabung mengeluarkan letusan yang sangat dahsyat, abu vulkanik yang membumbung tinggi ke langit itu pun membentuk sebuah pola orang sedang berdoa,
Cek video nya dibawah ini

setelah letusan itu terjadi banyak penderitaan yang dirasakan oleh warga disekitar kaki Gunung Sinabung, diantaranya adalah Gagal Panen, tanaman yang telah ditanam oleh petani tanah karo seperti Cabe, Kol, dsb gagal panen.
Pengungsi Sinabung di Desa Tanjung Pulo
Kalau sudah gagal panen itu berarti tidak adanya uang masuk bagi petani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti membiayai uang sekolah, uang kuliah anak di perantauan, uang kost anak yang kuliah di luar sumatra. Meletusnya Gunung Sinabung juga berdampak pada anak petani yang sedang berada di perantauan, akibat gagal panen mereka tidak bisa membiayai kebutuhan perkuliahaan atau pun biaya pendidikannya.
Meskipun begitu para Pendeta GBKP salah satunya Pdt Agustinus Purba,S.Th yang mengepalai bidang Diakonia GBKP berusaha untuk meringankan beban para pengungsi yang memiliki anak yang sedang berkuliah diluar Tanah Karo seperti Medan, Pulau Jawa, Dsb, dengan cara memberikan surat rekomendasi atau pun surat keterangan kepada tiap-tiap universitas atau pun sekolah yang diduduki oleh anak korban pengungsi sinabung, isi surat rekomendasi ini adalah agar pihak kampus ataupun sekolah memberikan keringanan biaya untuk para anak korban pengungsi sinabung.
Relawan mengangkat logistik ke posko pengungsian di Desa Tanjung Pulo
Well badia juga berharap apa yang diusahakan oleh bapak Pdt Agustinus Purba bisa berjalan dengan baik, karena dari pantauan badia melihat ada salah satu relawan sebut saja namanya bunga yang orang tuanya juga mengalami gagal panen, untuk menghindari stress yang dideritanya bunga pun ikut mendaftarkan diri sebagai relawan gunung sinabung, tapi untungnya desa tempat bunga tinggal tidak di ungsikan, sehingga orang tua bunga masih bisa tinggal dirumah. Ketika badia tanya tanaman apa yang gagal panen ? bunga menjawab Cabe, ketika mendengar kata cabe hati badia ikut merasakan apa yang bunga rasakan.
Dibalik kesedihan pasti ada hikmah yang diberikan TUHAN untuk warga Tanah Karo, Bersabarlah saudaraku TUHAN pasti punya suatu rencana yang indah dibalik penderitaan ini.
Sampai disini dulu ya postingan badia, nantikan postingan badia yang lain ya .......!

0 comments:

Post a Comment