Wednesday, March 26, 2014

Pengalaman selama mengikuti Kemah Pemuda Kebangsaan yang diselenggarakan oleh HKBP

10 Peserta dari Pemuda GBKP yang ikut kegitana Kemah Pemuda Kebangsaan
Kamis tanggal 20 Maret 2014 kemarin muda mudi gereja GBKP atau biasa disebut dengan PERMATA diundang oleh gereja HKBP untuk mengikuti kegiatan Kemah Pemuda Kebangsaan di Siantar atau lebih tepatnya di FKIP HKBP Nomensen Siantar, sebanyak 10 orang PERMATA diutus untuk mengikuti kegiatan ini dan aku adalah salah satu dari 10 orang yang beruntung untuk mengikuti kegiatan ini.
Tujuan dibuatnya Kemah Pemuda Kebangsaan oleh HKBP ini adalah untuk :
  1. Menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
  2. Perwujudan kehidupan Kebhinneka Tunggal Ikaan untuk kalangan pemuda lintas agamaan di Indonesia
  3. Mencari solusi terhadap permasalahan yang ada ditengah-tengah bangsa Indonesia, dan
  4. Berikrar untuk tetap menjaga "Keutuhan bangsa Indonesia dan NKRI adalah harga mati"
Dan ternyata peserta untuk kegiatan Kemah Pemuda Kebangsaan ini bukan hanya diikuti oleh orang yang beragama Kristen saja lho, tapi teman-teman yang berbeda agama juga diundang, Muslim, Buddha, dan Hindu juga diundang dalam kegiatan ini, namun sangat disayangkan teman kita yang beragama Buddha dan Hindu tidak hadir pada kegiatan ini.

Day 1 (20 Maret 2014)
Jam 16.00 WIB badia dan kedua teman badia (kami berangkat bareng dari Lubuk Pakam *AkuDiJemputDiLubukPakam) tiba di lokasi, dan like always selalu ngaret, mungkin ngaret sudah menjadi hal yang wajar ya di Indonesia kita ini, Next kami pun bertemu dengan teman-teman kami yang lain yang sudah sampai dilokasi dan saling menyapa.
Malam pun datang dan kami pun dibagikan makan malam oleh panitia, setelah makan malam selesai kami pun disuruh untuk beristirahat kedalam tenda yang telah disiapkan panitia, seru juga sih tidur di tenda tapi ada satu hal yang sangat di sayangkan yaitu tidak adanya colokan listrik, di era yang serba online ini kaum muda pasti sangat membutuhkan alat komunikasi atau bahasa kerennya smartphone agar terhubung dengan orang lain yang ada diluar sana.
Selanjutnya seluruh peserta diajak untuk mengikuti acara deklarasi, nah karena kami dari GBKP kami bingung ini acara deklarasi apaan sih ?, ternyata acara deklarasi ini berada diluar run down acara, dan kegiatannya pun diadakan secara mendadak, dan ternyata panitia membagikan sebuah buku kepada tiap-tiap pemuda HKBP, buku itu merupakan Anggaran dasar untuk mengubah nama pemuda HKBP yang biasanya dikenal dengan Naposo bulung (NHKBP) dan ingin diubah namanya menjadi Gerakan Pemuda HKBP (GPHKBP), sontak saja semua peserta yang kebanyakan dari HKBP tersebut tidak setuju perubahan nama tersebut.
Dan dari sudut pandang Badia sendiri hal ini sangat mengejutkan karena pihak panitia memutuskan secara sepihak untuk mengubah nama NHKBP menjadi GPHKBP, tanpa memberitahu peserta jauh sebelum kegiatan kemah ini dilakukan.
Keributan pun memenuhi ruangan auditorium FKIP Nomensen, sehingga bagian Koinonia HKBP Pdt Welman Tampubolon, S.Th untuk menenangkan keributan ini, dan suasana auditorium pun menjadi hening.

Day 2 (21 Maret 2014)
Seluruh Peserta yang hadir di acara Kemah Pemuda Kebangsaan
Hari kedua pun tiba and guest what ?, pembicara yang diundang pada acara ini keren lho salah satu yang paling nge hits versi badia adalah Prof. Dr. Mahfud MD, MH, seorang mantan Ketua MK Indonesia, yang membawakan topik persoalan kebangsaan mengenai Korupsi dan Ketidakadilan, beliau mengatakan ini yang menjadi tantangan kaum muda untuk memberantas dan melawan korupsi.
Selfie setiap saat
Namun sangat disayangkan ketika badia ingin berfoto dengan Bpk Mahfud, beliau terburu-buru pulang dan harus cepat hingga akhirnya badia memutuskan untuk berfoto Selfie dan hasilnya ya sedikit mengecewakan juga sih.
Pada malam harinya adalah acara malam budaya, ada beberapa macam tarian yang ditampilkan pada malam budaya ini, disini juga diadakan games tapi gamesnya lumayan lucu dan menghibur, yaitu setiap kelompok yang sudah dibagi berjoget caesar, oplosan dan sejenisnya, karena memang badia kurang suka dengan acara di TV tersebut badia ikut-ikut aja deh.

Day 3 (22 Maret 2014)
Hari ke 3 pun tiba tapi sepertinya di hari yang ketiga ini tidak seseru hari ke dua, acara diisi dengan kegiatan Diskusi Terbuka dengan materi "Pemuda Sebagai Masa Depan Bangsa", setelah diskusi selesai acara dilanjutkan dengan kegiatan aksi sosial, seperti membersihkan kota siantar, membersihkan Mesjid, Mengecat Mesjid, menanam pohon, dan menabur benih ikan di Danau Toba.
Menabur Benih anak ikan di Danau Toba
Kebetulan badia terpilih dibagian menabur benih di Danau Toba, jadi badia berangkat dengan pemuda pemudi yang lain dengan menggunakan bus yang telah disiap kan panitia, sesampainya disana 2 kapal telah menanti kami untuk menyebrang ke tengah Danau Toba untuk menaburkan benih ikan disana.
Setelah selesai menabur benih kami pun balik lagi ke FKIP Nomensen Siantar.
Berfoto bersama Ephorus HKBP Pdt Willem TP Simarmata
Pada malam harinya diadakan acara penutupan kegiatan Kemah Pemuda Kebangsaan yang berlangsung dengan kegembiraan dan suka cita dan ditandai dengan penyalaan kembang api.
Kemah Pemuda Kebangsaan ini telah melahirkan dua hal yang sangat berarti bagi Indonesia, yakni NOTA KESEPAHAMAN &  IKRAR PEMUDA KEBANGSAAN 2014.

NOTA KESEPAHAMAN

Pada hari ini, Jumat tanggal 21 bulan Maret tahun 2014

Yang bertanda tangan di bawah ini : Pimpinan PBNU, Pimpinan PP Muhammadiyah, Pimpinan HKBP dengan ini membuat Nota Kesepahaman sebagai berikut :

Bahwa Kemah Pemuda Kebangsaan adalah wadah pembinaan dan penyatuan pemuda indonesia yang menjunjung tinggi persatuan dan menghargai perbedaan.
Bahwa Kemah Pemuda Kebangsaan dipandang perlu untuk dilaksanakan secara berkesinambungan dan secara bergiliran setiap tahunnya.
Bahwa Kemah Pemuda Kebangsaan dilaksanakan di wilayah Negara Republik Indonesia.


Pematangsiantar, 21 Maret 2014

                 Ketua PBNU                               Ketua PP Muhammadiyah                             Ephorus HKBP

Prof. Dr. Said Aqil Siradj                   Prof. Dr. Din Syamsuddin                Pdt. Willem T.P. Simarmata, MA


IKRAR KEMAH PEMUDA KEBANGSAAN 2014

Pada hari ini Sabtu, tanggal dua puluh dua bulan Maret tahun dua ribu empat belas, kami seluruh peserta Kemah Pemuda Kebangsaan 2014 dengan ini berikrar sebagai berikut :

Menjunjung tinggi dan mempertahankan kemajemukan, semangat kebangsaan dan kebebasan beragama.
Menolak segala bentuk tindak korupsi.
Menjaga dan memelihara bumi Indonesia dari kerusakan lingkungan.
Menolak segala bentuk perbudakan dan jual beli manusia.
Menolak dan memberantas narkoba.
Mendukung pemimpin di seluruh lapisan yang berintegritas, jujur dan adil.

Pematangsiantar, 22 maret 2014

Day 4 (23 Maret 2014)
Kebaktian Minggu bersama seluruh Peserta yang beragama Kristen di Auditorium FKIP HKBP Nomensen, setelah selesai kebaktian para peserta yang berasal dari seluruh Indonesia pun pulang, Selamat berpisah sampai bertemu pada Kemah Pemuda Kebangsaan 2015. Jayalah INDONESIA, jayalah PEMUDA. Sayonara.
Nggak kerasa udah 4 hari di Kabanjahe, meskipun pertama-tama malu-malu bertemu dengan Naposo Bulung HKBP lama kelamaan saling mengenal juga, biarlah melalui kegiatan ini para pemuda di Indonesia bisa bersatu dan menjunjung tinggi 4 pilar dasar Indonesia.
Sampai disini dulu ya postingan badia kali ini, sampai ketemu dipostingan berikutnya

0 comments:

Post a Comment