Monday, April 7, 2014

Jatuh karena Banana Boat di Danau Toba

Apa sih yang enak dilakukan sewaktu liburan ?, pasti sebagian besar dari kalian menjawab "Jalan-jalan !" yup itu jugalah yang badia dan teman-teman lakukan ketika liburan tiba, jadi kami pun memutuskan untuk berangkat ke Parapat untuk menikmati liburan kali ini, kebetulan kami sudah berada disiantar untuk mengikuti kegiatan Kemah Pemuda Kebangsaan di Siantar, sepertinya tidak sah rasanya liburan jika belum memijakan kaki di Parapat, badia dan teman-teman pun memutuskan untuk mencuci mata atau sekedar menghirup udara segar disana.
Sesampainya disana kami pun memilih lokasi "Tenda Biru" sebuah tempat di parapat yang bisa dibilang cocok untuk kawula muda seperti kami, dan terletak di pinggiran Danau Toba sehingga kami bisa berenang dan menikmati air Danau Toba.
Kebetulan kami berenam dan diantara kami ada 2 orang yang tidak bisa berenang, well karena kami memakai ban jadi itu tidak terlalu masalah, nah kebetulan ada penjaja layanan Banana Boat, sontak saja salah satu dari temenku yang tidak bisa berenang ini kepingin sekali menaiki Banana Boat,, ya karena dia juga berada dari tempat yang jauh (Sebenarnya nggak jauh-jauh amat sih) terpaksa lah keinginannya kami kabulkan.
Kami pun memanggil penjaja layanan Banana Boat tersebut dan deal harga dengan beliau, dan beliau pun memberikan harga Rp. 250.000,- untuk kami ber-enam, kami pun sepakat untuk menaiki Banana Boat itu, Kami ber-enam pun bersorak sorai layaknya orang kampung yang tidak pernah menaiki Banana Boat, didalam pikiranku "aduhh ribut kali lah orang ini cuma naik banana boat aja lho !", tapi terserah mereka lah namanya juga liburan sudah pasti suasananya bakalan se-ribut itu.
Sebelum Banana Boatnya berangkat layaknya orang narsis sekarang sudah pastilah foto-foto terlebih dahulu dan parahnya aku salah satu orang yang paling bersemangat untuk di foto, padahal resolusi 2014 ini adalah tidak jadi orang narsis lagi, sepertinya salah satu resolusi ku untuk tahun 2014 ini sudah gagal.
Banana Boatnya pun bergerak dan petualangan kami pun dimulai si bapak supir kapal Banana Boat pun mulai menambah kecepatan kapalnya, dan kami yang berada di Banana Boat pun mulai berteriak kegirangan, kebetulan aku berada di barisan paling belakang, dibenakku aku berpikir "Apa nggak terbalik lah nanti Banana Boat ini dengan adanya aku di barisan paling belakang", tapi ya sudahlah aku tetap berpikiran positif semoga tidak terjadi apa-apa pada kami.
Let's begin our journey
Kami pun di bawa ke tengah oleh si pemilik Banana Boat dan guess what ?, ketika bapak pengemudi ingin membelok kan kapalnya ke kiri aku merasa something worst will happend and it is true, Banana Boat kami terbalik !, dan aku tetap berusaha berpegangan pada Banana Boat dan aku masih tertarik di dalam air, sadar karena aku pasti tetap berada dalam air aku pun melepaskan genggamanku pada Banana Boat tersebut, aku berpikir hanya akulah satu-satunya orang yang jatuh dari Banana Boat tersebut, ternyata kami semua jatuh.
Air Danau Toba ternyata begitu hijau dan sangat jernih dan dingin, kepala ku sangat pusing waktu itu dan bisa dibilang jantungku berdetak sangat cepat, aku berpikir aku bakalan mati pada saat itu, dan untungnya lagi kami berenam memakai pelampung, jikalau saja kami tidak pakai pelampung pada waktu itu bisa jadi kami tenggelam, salah satu temanku yang membawa pacar langsung berteriak memanggil pacarnya, dan untunglah kami semua sudah berada di permukaan sehingga kami tahu kalau kami semua sudah aman.
Teman kami yang tidak bisa berenang tersebut ternyata memiliki bobot yang paling besar diantara kami, sehingga untuk mengotongnya naik ke atas Banana Boat sangat susah, butuh perjuangan yang sangat berat, Wajah bapak si pemilik Banana Boat pucat pasi ketika melihat kami jatuh, dia tidak menyangka kalau kami bisa jatuh, padahal sejak awal kami mengatakan agar tidak di jatuhkan.
Walaupun sudah jatuh kami masih bisa berpose yang tidak pakai pelampung bapak yang punya banana boat
Akhirnya kami ber-enam pun berhasil menaiki Banana Boat, dan langsung saja aku mengatakan "Pak aku naik kapalnya saja lah" aku takut karena ini merupakan kali pertama aku berada di tengah-tengah air Danau Toba, dan seperti yang kalian ketahui Danau Toba punya cerita yang sangat seram, mulai dari banyak orang yang tenggelam dan lain sebagainya, hal-hal seperti itu terus teringat di pikiranku, salah satu temanku tidak setuju kalau aku naik di kapal yang menarik Banana Boat, terpaksa aku pun harus naik Banana Boat dan harus menyelesaikan petualangan kami.
Kesusahan turun dari Banana Boat
Kami pun melanjutkan petualangan kami dan menyuruh si Bapak agar tidak terlalu cepat dan lebih berhati-hati, di pikiran ku aku terus berharap agar petualangan ini cepat berakhir dan kami pun bisa pulang, si Bapak pemilik Banana Boat mengelilingi parapat setelah itu membawa kami kembali ke Tenda Biru, dan kami pun akhirnya pulang dengan selamat.
Well mungkin ini adalah pengalaman yang tak akan kulupakan di dalam hidupku yaitu jatuh ke tengah-tengah air Danau Toba yang sangat hijau dan dingin airnya, sesampainya di tenda biru kami malah tertawa untuk menenangkan pikiran kami yang sedikit syok karena jatuh di tengah-tengah Danau Toba.
Sampai disini dulu ya postingan badia, sampai ketemu di postingan lainnya.

0 comments:

Post a Comment