Saturday, May 10, 2014

Wisata Relawan Sinabung ke Pulau Tuk-tuk

Relawan yang paling kece
Halo pembaca setia blog badia !, sudah berkisar 7 bulan para pengungsi gunung sinabung menetap di posko-posko pengungsian, begitu juga para relawan yang telah menyisihkan waktunya selama 7 bulan untuk membantu para pengungsi. Karena telah berada di posko pengungsian selama 7 bulan maka GBKP membuat suatu retreat bagi para relawan sinabung, retreat ini dibuat untuk me-refreshkan kembali pikiran para relawan yang sudah terlalu lama berada di posko pengungsian.

Well sebagai salah satu relawan sinabung saya pun mendapatkan bagian dalam retreat tersebut, dan merasa bahagia karna disana saya juga bisa saling menyapa dengan relawan yang berasal dari posko-posko pengungsian GBKP yang lain, untuk retreat relawan sinabung yang diadakan oleh GBKP ini dibuat menjadi 2 gelombang, gelombang pertama tanggal 1 - 3 Mei 2014, gelombang kedua tanggal 8 - 10 Mei 2014. dan badia pun memutuskan untuk ikut gelombang yang pertama karna di gelombang kedua schedule badia sudah padat.
Sebelum berangkat gaya dulu yuk
Titik kumpul kami adalah di kantor Moderamen Jln Kapten Pala Bangun No 46 Kabanjahe, untuk gelombang pertama ada sekitar 95 orang relawan beserta keluarga yang ikut retreat ini, kami berangkat pukul 13.00 WIB, dengan menggunakan 4 bus Sutra (angkot tanah karo) kami pun memulai perjalanan kami menuju parapat, sesampai diparapat sekitar jam 16.00 WIB kapal sudah siap sedia menanti kedatangan kami untuk menyeberang ke penginapan Toledo Inn.
Sesampainya di penginapan, pembagian kamar pun dilakukan sesudah mendapatkan kunci kamar aku pun langsung keluar untuk merasakan dinginnya air Danau Toba, hmm begitu segar menikmati segarnya air Danau Toba di sore hari.
Bersiap menyeberang ke Toledo Inn
Kami pakai 2 kapal lho
Seger banget
Malam harinya para relawan pun memulai acaranya yaitu Sharing antara relawan yang satu dengan yang lain, senang rasanya bisa berkenalan dengan relawan dari posko lain, ada begitu banyak keluh kesah yang disampaikan para relawan, dari mulai adanya pengungsi yang mau menang sendiri dsb, namun kami para relawan diminta untuk tetap bersabar dalam menjalani tugas kemanusiaan yang mulia ini.
Para relawan yang akan membagikan pengalamannya selama di posko
Keesokan paginya kami para relawan bertamasya ke Pantai Pasir Putih Parbaba Samosir, disana kami menikmati waktu dari pukul 10.00 WIB s/d 16.00 WIB sungguh sangat menyenangkan, ada yang sibuk memancing, ada yang bermain air, ada yang bermain Banana Boat dsb, semua sangat senang dan sangat menikmati moment tersebut.
Mancing ikan
Say Cheers
Bergembira
Malamnya di hotel kami mengadakan Live Music Night, disitu para relawan bernyanyi dan menari ala suku karo, dan disitu aku pun memberanikan diri untuk menari dan mengeluarkan suara perak ku, dan aku pun bertemu dengan seseorang yang bisa dibilang mengisi secercah hati ini, tapi sayangnya dia udah ada yang punya (gila ya kayak lagu HiVi aja Orang ketiga), tapi ya sudah lah yang penting malam itu sangat berkesan buatku, dan ini adalah malam kami terakhir di Toledo Inn, dan keesokan harinya kami harus kembali ke Kabanjahe.
Memberanikan diri untuk menari
Suara perak ku pun keluar
Entah kenapa dia juga memakai baju berwarna yang sama dengan ku :'(
Keesokan harinya kami pun bersiap-siap kembali ke Kabanjahe, tapi sebelum kemabali ke Kabanjahe, relawan diberikan waktu untuk berjalan-jalan di Tomok, tapi badia tidak ikut karna masih banyak kegiatan yang harus dilakukan, badia ikutan rombongan Pdt Rosmalia, yang kebetulan juga harus pulang terlebih dahulu.
Demikian Wisata relawan sinabung ke Toledo Inn beberapa waktu yang lalu, semoga dengan diadakannya kegiatan ini dapat menambah semangat para relawan dalam melayani pengungsi sinabung.

0 comments:

Post a Comment