Wednesday, November 19, 2014

BBM Naik ? Yuk Belajar Hidup Lebih Hemat dan Ber-Investasi

Senin malam tanggal 17 November 2014 kemarin Bapak Presiden kita Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi Rp.8.500/liter (Premium) dan Rp.7.500/liter (Solar), beliau juga mengatakan kalau harga baru ini berlaku mulai Selasa 18 November 2014 pukul 00:00 WIB.
Sontak saja Badia sendiri kaget mendengar pengumuman yang mendadak itu, apalagi Badia baru tahu ketika menyalakan salah satu channel berita di TV dan itu pun bertepatan dengan dibahasnya dampak kenaikan BBM, karna kaget dengan pemberitaan di TV aku pun langsung melihat timeline twitter, dan ternyata orang-orang sudah mulai membahas kenaikan BBM disana dan yang paling sakitnya ada satu user yang mengatakan "selamat mengantri ria di SPBU saya sudah isi full tank tadi siang" wah aku langsung kaget dan buru-buru mengeluarkan sepeda motorku untuk mengisi BBM dengan harga Rp.6.500 untuk terakhir kalinya sebelum harganya naik.
Sesampainya disana ternyata antrian juga sudah ramai, setelah mengantri 10 menit akhirnya aku pun kebagian untuk mengisi tanki sepeda motorku dengan penuh.
Memang sih dengan kenaikan harga BBM ini semua kebutuhan pokok juga akan naik, nah oleh karena itu Badia mau mengajak teman-teman semua untuk membuka mata, hati, dan pikiran kalian, agar kalian sadar kalau informasi yang bakalan aku bagikan ini ternyata bukanlah hal yang baru !.
Disini Badia mau ngajak teman-teman #Insyaf atau sadar akan keuangan kita saat ini, teman-teman masih ingat nggak dulu uang Rp.500 kita bisa beli semangkok bakso udah gitu dapat minum lagi, nah kalau sekarang uang Rp.500 mah cuma bisa untuk beli permen itu pun cuma 3 buah. Daya beli uang kita sekarang itu semakin rendah lho, karena harga barang terus naik atau kalau bahasa gaulnya disebut Inflasi.
Mari kita ambil contoh harga beras, di tahun 2000 harga beras itu sekitar Rp.2.624, sekarang di tahun 2014 sekitar Rp.9.000an (nggak tau harga pastinya soalnya yang beli beras selalu si Mama), dari contoh yang udah Badia paparkan diatas semoga teman-teman semua pada sadar sekaligus #Insyaf kalau ternyata setiap tahunnya Inflasi negara kita itu terus meningkat.
Next mari kita melangkah ke pelajaran selanjutnya yaitu #Irit atau yang lebih dikenal dengan nama Hemat !, biasanya kalau mau #Irit itu biasanya kita langsung mengingat kata "Pelit", eeiittss jangan salah dulu, Hemat, ataupun #Irit itu jauh banget lho dari kata "Pelit", nih Badia kasi tau ya Tips #Irit paling penting itu adalah "Belanja Harusnya Lebih Kecil daripada Penghasilan", sebenarnya ada banyak cara yang bisa teman-teman lakukan, teman-teman bisa Buat daftar belanja, susun anggaran, bawa makan siang ke kantor sehingga nggak perlu beli diluar, dan sebagainya.
Oke deh Badia kasi salah satu contoh #Irit a.k.a hemat, kalau biasanya nih pagi-pagi teman-teman beli sarapan diluar biayanya Rp.20.000, ya untuk menghemat mending buat sendiri aja dirumah paling biayanya Rp.5.000, kan jadi hemat Rp.15.000, contoh yang lain nih ya buat teman-teman yang suka ngopi di kafe itu kan yang paling murah kita asumsikan aja Rp.30.000 nah untuk supaya lebih #Irit lebih baik beli kopi sachet tapi kualitasnya sama bagusnya seperti yang disajikan di kafe, kita asumsikan harga kopi sachet-nya itu Rp.5.000 nah kita jadi #Irit Rp.25.000.
Coba teman-teman hitung sendiri udah berapa penghematan yang kalian lakukan ?, kita asumsikan aja teman-teman selama sebulan itu ada 20 x ngopi di kafe Rp.30.000 x 20 = Rp.600.000, dengan melakukan penghematan teman-teman bisa #Irit Rp.25.000 x 20 = Rp.500.000, wow amazing !.
Next mari kita melangkah ke pelajaran selanjutnya, disini Badia mau ngasi tahu uang hasil penghematan tadi itu mau kita taruh dimana ?, Dulu orang-orang meletakan uangnya dibawah bantal, alasannya supaya mudah untuk diambil kembali, jadi kalau butuh uang yang tinggal diambil aja dibawah bantal, seiring berkembangnya zaman orang-orang pun mulai menyimpan uangnya di Bank, selain aman uangnya juga bisa diambil kapan saja (kan ada ATM bok !), yup memang benar sekali tapi coba teman-teman pikir kembali memang sih keuntungan menyimpan uang dibawah bantal itu nggak kena pajak dan biaya administrasi, dan memang benar menyimpan uang di Bank aman dan dapat bunga lagi. Sayangnya uang teman-teman masih digerogoti kenaikan harga a.k.a Inflasi, oleh karena itu Badia menyarankan teman-teman untuk melakukan Investasi dan oleh karena itu Badia kasi hashtag #Invest untuk pelajaran kali ini.
Mungkin dari teman-teman berpikir untuk apa sih melakukan #Invest ?, toh kebutuhan dan keuangan aku kan masih tercukupi kok !. Baiklah kalau begitu memang sih kalau sekarang keuangan dan kebutuhan uang teman-teman masih tercukupi, tapi bagaimana untuk 20 tahun yang akan datang ?, masih kah terpenuhi ?. Berikut Badia kasi gambarannya.
Setelah melihat gambar diatas mudah-mudahan teman-teman bisa mengerti akan pentingnya melakukan Investasi, coba liat harga daging dari tahun ke tahun dengan nilai uang Rp.100.000 semakin tidak terbeli kan, namun jika teman-teman melakukan Investasi nilai uang Rp.100.000 yang teman-teman miliki bertambah sehingga bisa untuk membeli daging yang ada pada ilustrasi.
Ada beberapa cara alternatif untuk melakukan Investasi, beberapa diantaranya adalah seperti Melakukan deposito, membeli properti, membeli emas, membeli saham, Obligasi, namun semuanya itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang Badia rangkum dalam gambar dibawah ini.
Dari gambar yang udah Badia tunjukin diatas, teman-teman bisa lihat kalau ternyata yang tidak memiliki resiko dalam ber-Investasi adalah Reksadana, Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.
Belum mengerti juga ya pengertian dari reksadana ?, nih Badia kasi gambaran deh seperti apa reksadana itu,
Nah melalui gambar diatas semoga teman-teman bisa mengerti apa itu reksadana, dan yang paling menggembirakan ternyata investasi awal untuk membuat reksadana itu terjangkau lho, dimulai dari Rp.100.000, selain itu juga mudah karena dikelola oleh Manager Investasi, sehingga para investor tidak perlu menghabiskan waktu dan menggali pengetahuan untuk memantau investasinya sendiri, tidak hanya itu saja lho Imbal hasil reksadana tidak dipotong pajak, dan yang paling penting Pengelolaannya Aman karena reksadana dikelola oleh Manajer Investasi dan di administrasikan oleh Bank Kustodian dan keduanya memiliki ijin dan dimonitor oleh OJK.
Judul postingannya tentang hidup hemat kok ujung-ujungnya nyuruh Investasi sih ?, pertanyaan yang bagus, Jadi begini teman-teman seiring naiknya harga BBM maka Inflasi juga akan naik seperti yang badia jelaskan di awal postingan kalau uang Rp.100.000 di tahun 2014 ini belum tentu bisa membeli daging di tahun 2030, oleh karena itu mari kita semua memulai untuk berinvestasi dari sekarang !, semakin cepat teman-teman mulai berinvestasi, semakin panjang waktu yang tersedia sebelum dana diperlukan untuk realisasi. Dengan begitu semakin ringan juga investasi bulanan yang perlu disisihkan dari penghasilan.
Pertanyaannya Reksadana mana nih Badia yang paling cocok untuk melakukan investasi seperti yang Badia jelaskan dipostingan ini ?, well sebenarnya ada banyak tempat reksadana yang bisa teman-teman cari tapi Badia punya satu tempat rekomendasi yang sangat terpercaya yaitu PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia, a.k.a Reksadana Manulife, teman-teman bisa langsung menghubungi call centernya di no 021-25552255 atau bisa langsung klik ke www.reksadana-manulife.com, semoga dengan naiknya BBM tidak menjadi penghalang buat teman-teman dan saya untuk ber-investasi.

Sampai disini dulu ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan berikutnya.   

0 comments:

Post a Comment