Wednesday, March 11, 2015

Perjalanan menuju Kolam Abadi Binjai Sumatra Utara


Halo pembaca setia blog Badia apa kabar semua?, kali ini Badia mau menceritakan perjalanan Badia menuju tempat wisata yang terbaik dan amat sangat baik di kota binjai sumatra Utara, perjalanan ini bermula ketika Badia dan teman-teman PERMATA yang menjadi panitia Mupel ingin membubarkan kepanitiaan dan mencari sebuah tempat wisata yang layak untuk di kunjungi, setelah berdebat sekian lama akhirnya kamu pun memutuskan untuk pergi ke "Kolam Abadi" yang merupakan salah satu objek wisata yang lagi nge hits si seputaran anak gaul di kota Medan.
21 Februari 2015 kemarin adalah hari dimana aku dan teman-teman panitia MUPEL yang lain memulai perjalanan kami ke kolam abadi, namun kami menentukan titik kumpul di kota binjai pada tanggal 20 februari 2015 supaya perjalanan menuju kolam abadi di tanggal 21 februari tidak terhambat karena keterlambatan teman - teman yang belum datang.
Dari kota binjai menuju rumah galuh (nama desa tempat kolam abadi) memakan waktu sekitar dua jam, buset jauh juga ternyata, tapi untungnya dalam perjalanan dari Binjai menuju Rumah Galuh tidak begitu terasa lamanya lantaran di mobil yang Badia tumpangi ada banyak teman yang bisa di ajak mengobrol. Kami berangkat dari kota Binjai pukul 8 malam, dan sampai di Rumah Galuh sekitar jam 10 lewat, tak di sangka teman-teman PERMATA di runggun Rumah Galuh sudah menanti kedatangan kami, mereka juga sudah menyediakan Makan malam untuk kami, wah baik banget ya PERMATA Rg Rumah Galuh.
Keesokan harinya, kami pergi beribadah terlebih dahulu di GBKP Rg Rumah Galuh, setelah itu kami pun bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan menuju Kolam Abadi, FYI tarif yang dikenakan untuk menuju Kolam Abadi ini adalah Rp.40.000/org Oh iya selain Kolam Abadi ada juga Air terjun teroh-teroh, dan air terjun tongkat, yg dikenakan tarif Rp. 50.000 - Rp. 60.000/org, namun karena keterbatasan waktu dan ukuran badan teman-teman yang lain yang cukup besar kami memutuskan untuk mengunjungi Kolam Abadi saja.
Tiba di lokasi (Baca Back Drop Dibelakang dengan terbalik)
Dan satu lagi berhubung kami PERMATA jadi kami tidak perlu membayar tarif lagi, dikarenakan teman-teman PERMATA Rg Rumah Galuh, sudah tau jalan menuju Kolam Abadi, sesampainya di titik awal start perjalanan kami di suruh untuk melepaskan alas kaki yang kami pakai, bahkan Badia yang sudah pakai sepatu sport sekalipun di suruh untuk melepaskannya, hal ini di buat supaya kami tidak bersusah payah untuk berjalan di area yang curam sekalipun. Setelah melepaskan sepatu, kami juga meninggalkan segala jenis aksesoris yang kami pakai, seperti jam tangan, handphone, dan sebagainya, tapi Badia nggak mau dong meninggalkan smart phone Xioami yang Badia punya, karena Badia ingin mengabadikan moment-moment yang berharga ini, setelah kami meninggalkan segala jenis benda yang tidak perlu di bawa ke Kolam Abadi kami pun mengadakan salah satu ritual yang wajib di lakukan, apalagi kalau bukan Selfie!.
Sebelum berjalan menuju lokasi pelampungnya harap dipakai
Perjalanan pun dimulai, kami yang tidak terbiasa berjalan kaki dengan kaki telanjang, kini harus merasakan sakit nya batu kerikil yang menusuk kaki kami, diawal perjalanan terasa begitu mudah, namun jelang 10 menit kemudian jalan yang kami tempuh sedikit menanjak dan membuat ku sedikit kelelahan, 20 menit kemudian kami menuju jalanan yang menurun dan sangat terjal, ada beberapa titik turunan yang sulit untuk ku lewati, tapi karena ada pertolongan dari teman-teman PERMATA yang lain, Badia pun bisa melewatinya dengan nyaman.

Perjalanan yang begitu berat jika dilalui dengan "Selfie" akan begitu ringan
Tidak lama setelah melewati turunan yang terjal itu, aku melihat suara aliran air dan suara orang ramai yang sedang gembira, ternyata Kolam Abadi sudah di depan mata, langsung saja aku pun langsung cepat-cepat masuk ke dalam Kolam Abadi itu, Kolam Abadi itu sendiri adalah sebuah aliran sungai, namun air nya sangat jernih sekali, ketika Badia menyelam kedalam sungai, butiran putih pasir dan segala jenis benda yang berada di bawah air terlihat sangat jelas dan jernih, baru pertama kali itu aku bisa melihat begitu jelas segala bentuk benda yang ada di bawah air.
Video kiriman Badia Tarigan (@badiacoolonline) pada
Foto kiriman Badia Tarigan (@badiacoolonline) pada

Aliran sungai nya juga tidak begitu deras, anak anak juga aman berenang, gelak canda dan tawa kami pecah di sana, seolah-olah kamu ingin lebih lama lagi berada disana, setelah puas bermain air, kami pun mengisi perut kami dengan nasi bungkus yang sudah di siapkan oleh teman-teman dari Rumah Galuh, suasana makan siang iri terasa begitu sangat menyenangkan sekali.

Makan di pinggir sungai pun terasa sangat mengasyikan
Namun sayang setelah selesai makan Badia harus pulang karena takut ketinggalan angkot menuju lubuk Pakam, namun teman-teman PERMATA yang lain masih melanjutkan perjalanan menuju air terjun teroh-teroh.

Sampai di sini dulu ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu di postingan berikutnya

0 comments:

Post a Comment