Tuesday, June 2, 2015

14th General Assembly CCA (Christian Conference of Asia) in Jakarta

Halo pembaca setia blog Badia, kali ini Badia mau membagikan sedikit pengalamanku melayani sebagai pandu (steward) di General Assembly Christian Conference of Asia (CCA), puji TUHAN setelah kemarin sempat melayani sebagai pandu juga di Sidang MPL PGI di malinau, akhirnya saya bisa melayani kembali menjadi pandu di CCA, hatiku senang sekali karena masih diberi kesempatan untuk berkumpul bersama pemuda dan orang-orang kristen se-Asia.
General Assembly CCA yang ke 14th ini kebetulan diselenggarakan di Indonesia pada tanggal 17-27 Mei 2015, tanggal 17-20 adalah kegiatan Youth Forum (forum pemuda di Bekasi Kampung sawah yang diselenggarakan oleh GKP) dan tanggal 21-27 Mei 2015 General Assembly CCA Hotel Mercure Ancol Jakarta, kok bisa diadakan di Indonesia ? ya iyalah karena tuan rumah untuk acara General Assembly kali ini adalah gereja HKBP, dan sebagai tuan rumah HKBP lebih prefer untuk mengadakannya di Hotel Mercure Ancol Jakarta.
Sebelumnya merupakan pilihan yang sangat berat untukku terlibat sebagai Pandu CCA ini, alasan pertama adalah karena cuti kantor ku sudah habis, yang kedua ternyata untuk biaya pesawat pulang pergi (Kualanamo-SoekarnoHatta-Kualanamo) ditanggung sendiri. Tapi waktu itu aku belum tau kalau ternyata harus bayar ongkos sendiri, hingga akhirnya aku pun mengisi formulir dan mendaftarkan diriku, setelah proses yang panjang aku pun ditelpon untuk proses interview (by phone) dan akhirnya aku pun lulus, dan panitia lokal memberitahuku bahwa ternyata panitia tidak menanggung biaya transportasi dari kota asalku menuju Jakarta.
Aku pun pasrah dengan keputusan yang telah ditetapkan oleh panitia mengenai tiket keberangkatanku, aku tahu TUHAN pasti telah menyiapkan jalan buatku untuk terbang ke Jakarta, permasalahan yang paling utama adalah cutiku yang sudah habis aku ambil ketika aku melayani ke Malinau. Namun setelah aku bertanya ke rekan-rekan di Kantor mereka bilang bisa sih ambil cuti tambahan namun potong gaji !, dalam hatiku tidak masalah gajiku dipotong yang penting aku bisa pergi ke Jakarta dan melayani, dan berjumpa dengan pemuda kristen se-Asia, namun permasalahannya adalah aku belum berani mengutarakan cutiku kepada Direktur dikantor. Hingga akhirnya aku pun berani mengatakannya kepada atasanku, dan Beliau mengatakan "Ya sudah kamu boleh ambil cuti tambahan". Oh My God senang sekali hatiku ketika beliau mengatakan boleh ambil cuti tambahan, karena event seperti ini hanya terjadi dalam 5 tahun sekali.
Akhrinya aku pun terbang juga
Permasalahan pertama sudah selesai, tinggal masalah tiket keberangkatan dan kepulanganku saja yang belum beres, beruntung saat itu aku sedang chatingan dengan salah satu sahabatku yang ada di Jakarta, dan aku bilang kalau aku lulus jadi Pandu untuk General Assembly CCA dan sepertinya aku nggak bakalan pergi deh karena terkendala tiket pesawat, dia kaget, dan kebetulan temanku ini sangat peduli dengan kegiatan-kegiatan Gerejawi, sehingga dia mengatakan "Oke Badia, gue bayarin deh Tiket kepulangan mu dari Jakarta - Medan, ingat ya cuma tiket kepulangan aja", Ya TUHAN makasih ya bro !.
Puji TUHAN ! sudah 75% rencana keberangkatanku terpenuhi tinggal tiket keberangkatanku dari Medan ke Jakarta yang belum terpenuhi, akhirnya aku bertanya kepada Pendeta pemuda GBKP bernama +Samuel J Sibero aku bilang padanya tolong dong bilang ke Moderamen kalau aku lulus jadi pandu dan akomodasi dari Medan - Jakarta - Medan ditanggung sendiri, tolonglah pendeta bantu tiket keberangkatanku dari Medan - Jakarta, soalnya udah ada temanku yang bantu untuk tiket kepulangan. dan Puji TUHAN usaha Pdt +Samuel J Sibero nggak sia-sia, Moderamen pun membantu tiket keberangkatanku.
Nametag ku untuk kegiatan Youth Forum
Nametag ku sebagai Steward di General Assembly CCA
Akhirnya tanggal 17 Mei 2015 akupun berangkat dari Kualanamo menuju Jakarta menggunakan maskapai Air Asia, ternyata Pandu CCA yang berasal dari kota Medan ada 2 orang Aku dan +wahyu sirait, sebelum keberangkatan kami sudah berkenalan via Line dan tanpa diduga kami menaiki satu maskapai yang sama, sesampainya di Terminal 3 ternyata tidak ada satupun panitia yang menunggu kedatangan kami dan akhirnya setelah menghubungi panitakami disuruh untuk beranjak dari Terminal 3 ke Terminal 2 karena panitia penjemputan sedang menuggu kedatangan tamu lain dari Mancanegara, dari situ kami dibawa menuju Kampung Sawah Bekasi, tempat dimana kegiatan Youth Forum akan dilaksanakan, setelah melalui proses registrasi di Kampung Sawah, kami dibawa kerumah jemaat GKP sebagai lokasi kami menginap nanti, masyarakat di Kampung Sawah bekasi sangat ramah dan menyambut kami dengan penuh sukacita, dan tahukah kalian kalau Masyarakat di Kampung Sawah itu tingkat kerukunan beragamanya sangat tinggi, mereka sangat menghormati antara agama yang satu dan yang lain, maka tidak heran beberapa tahun kedepan Kampung Sawah Bekasi akan dijadikan kota Wisata Kerukunan Beragama. Jadi kemarin ketika kami akan melakukan ibadah pembukaan pada tanggal 18 Mei 2015, Bapak Kepala Desa ikut juga kebaktian di dalam Gereja GKP Kampung Sawah.
Selamat pagi dari GKP Kampung Sawah Bekasi
Kami berfoto dengan Ibu sipemilik rumah tempat kami menginap di Kampung Sawah Bekasi
Pada malam harinya di tanggal 18 Mei 2015 diadakan malam budaya, ternyata begitu banyak Delegasi dari berbagai negara di Asia yang mengutus pemudanya untuk mengikuti Youth Forum di Kampung Sawah Bekasi ini, ada dari Australia, Bangladesh, India, Nepal, Malaysia, Timor Leste, Taiwan, Hongkong, Iran, Cambodia, Sri Langka, Korea, Filipina, dan sudah pasti Indonesia hahahaha.dimalam budaya itu mereka menampilkan berbagai macam keindahan tradisi dari Negara mereka masing-masing, tapi sayang sekali Badia tidak bisa ikutan dalam acara tersebut karena Panitia lokal kekurangan orang utunk menangani masalah penjemputan tamu-tamu yang akan menghadiri General Assembly CCA yang akan berlangsung dari tanggal 21-27 Mei 2015, oleh karena itu Aku dan +wahyu sirait ditarik dari kegiatan Youth Forum dan kami ditugaskan untuk pergi ke Hotel Mercure Ancol, Jakarta.
Orang-orang yang terpilih untuk membantu Panitia Lokal 
Sesampainya di Hotel Mercure Ancol Jakara, kami langsung melakukan pembagian tugas, disitu aku bertemu kembali dengan +Aiko Sumichan seorang teman yang kukenal pada saat pertama kali aku menjadi pandu di WCRC dan tidak kusangka aku bisa bertemu lagi dengannya, selain itu aku juga berjumpa dengan +Indah Sriulina seorang PERMATA dari Jakarta, dan masih banyak lainnya yang tidak bisa ku sebut satu persatu.
Setelah pembagian tugas itu keesokan harinya aku mendapat bagian untuk menangani HT atau lebih dikenal dengan radio, dan selalu menjaga Bapak sekretaris panitia yang bernama +Binsar Pakpahan harap maklum, bang Binsar ini orangnya super sibuk, baru ditinggal bentar eh tau-taunya dia udah menghilang entah kemana, jadi tugasku sebagai pandu selain mempersiapkan sidang adalah menangani HT, dan menjaga sosok bang +Binsar Pakpahan agar mudah mencari dan orang-orang lebih mudah untuk berkomunikasi dengan dia.
Banyak kejadian yang menyenangkan, dan haru pada saat itu, diantaranya adalah terlambatnya peserta mengirimkan nama-nama mereka kepada Panitia Lokal CCA sehingga panitia kewalahan untuk memesan jumlah kamar, sehingga panitia harus mencari hotel alternatif yang dekat dengan Hotel Mercure Ancol.
Briefing di Kamar Hotel, walaupun sudah larut malam harus tetap semangat
Selain itu Panitia kekurangan dana dan membuat bang +Binsar Pakpahan kewalahan dan berpikir bagaimana nantinya untuk mengcover segala pengeluaran ini, tapi puji TUHAN dihari terakhir ada sejumlah uang bantuan yang masuk kerekening Panitia dan bang +Binsar Pakpahan bernyanyi "Bagi TUHAN tak ada yang mustahil".
Yang serunya adalah kekompakan kami dalam melayani sebagai Pandu sehingga Sidang CCA ini bisa berjalan dengan lancar, selain itu kami juga bisa berbagi pengalaman mengenai masalah kepemudaan dari Negara yang satu dengan Negara yang lain, suatu pengalaman yang baru bagiku bisa bertemu dengan Pemuda yang ada di Asia.
Bang Binsar (Kiri) dengan wajah senang dan bernyanyi lagu "Bagi TUHAN tak ada yang mustahil" di dalam mobil ini
Tak terasa juga aku sudah berada 10 hari di Jakarta, dan tak terasa juga aku harus berpisah dengan teman-teman yang luar biasa yang berasal dari Asia dan Indonesia, sungguh pengalaman yang tak terduga, semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu dan bisa melayani bersama lagi, awalnya aku berpikir tidak akan bisa menjadi Pandu dalam General Assembly CCA ini, namun TUHAN berkata lain Dia bekerja melalui teman yang sudah mau membiayai tiket kepulanganku, hingga akhirnya aku bisa Terbang ke Jakarta dan melayani menjadi Pandu, aku punya sebuah petikan "Ketika kita sibuk melayani buat TUHAN, percayalah TUHAN pasti sibuk menyiapkan masa depan kita".
Sampai disini dulu ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan berikutnya, oh iya buat teman-teman yang mau melihat keseruan dari acara ini bisa melihat foto albumnya disini

0 comments:

Post a Comment