Thursday, June 11, 2015

Pengalaman menggunakan maskapai Sriwijaya Air

Halo pembaca setia blog Badia, kali ini Badia mau membagikan pengalamanku selama menaiki salah satu maskapai penerbangan di Indonesia, yaitu Sriwijaya Air, Jadi gini kemarin itu aku kan ada acara CCA di Jakarta dan kebetulan temanku itu membelikan tiket pesawat Sriwijaya Air.
Awalnya aku senang sekali karena pada dasarnya aku belum pernah terbang menggunakan maskapai itu, dan katanya didalam pesawat diberi snack gratis ! dan jarang juga maskapai penerbangan dengan tarif yang murah memberi snack gratis didalam penerbangannya.
Waktu itu tanggal 27 Mei 2015 dan aku beserta temanku yang aku juga lupa namanya siapa sudah check in di Bandara Soekarno Hatta dan aku mendapatkan no kursi 12E, ketika itu aku sadar kalau no kursi E itu duduknya di tengah, lalu aku bilang sama si mbaknya, mbak saya minta yang duduk disamping jendela dong, kemudian si mbaknya menjawab mas, itu duduknya dikursi emergency exit jadi kursinya cuma ada 2 dan posisi duduknya mas sudah disamping jendela. Mendengar penjelasan dari si mbak aku pun langsung mengiyakan dan mengucapkan terima kasih.
Setelah menunggu diruang tunggu akhirnya aku dan para penumpang yang akan menaiki Pesawat Sriwijaya Air dengan no penerbangan SJ016 (gue ingat banget no penerbangannya) dengan tujuan Jakarta - Kualanamo masuk kedalam pesawat, dari ruang tunggu menuju pesawat kulihat bentuk pesawat yang tidak terlalu besar namun dari luar kondisi pesawatnya memang bagus dengan warna cat dibadan pesawat yang sedikit lusuh.
Boarding pas milikku untuk penerbangan Sriwijaya Air SJ016
Ketika aku akan memasuki pesawat aku melihat kondisi pesawat yang sudah tua tersebut dan sedikit berkata dalam hati Pesawatnya kok agak tua ya ? kemudian betapa kagetnya aku begitu melihat kursi didalam pesawat Oh My God, ternyata warna kursinya saja sudah mulai memudar, namun aku tetap berpikir postif dan kutemukan letak kursiku di no 12E dan ternyata kursi tempat aku duduk busanya sudah keluar dari joknya, aku hanya bisa diam dan berharap pesawat ini segera diterbangkan dan aku bisa dengan cepat sampai kerumah.
Aku melihat sekeliling pesawat, depan belakang, atas dan bawah, alangkah kagetnya aku ketika aku lihat tombol pemanggil pramugari yang terletak diatas kepalaku dengan ukuran yang sangat besar dan berwarna merah, aku terkejut baru kali itu aku melihat sebuah tombol pemanggil pramugari yang besar seperti itu, biasanya di maskapai penerbangan lain tombolnya tidak seperti itu.
Kemudian aku melihat kartu keselamatan yang terletak didepan kursiku dan aku pun melihat kalau pesawat yang ku naiki itu adalah Pesawat Boieng 737-300, buset ! ternyata pesawat ini sudah tua.
According to google Boeing 737-300 dibuat tahun 1984
Akhirnya pesawat Sriwijaya dengan no penerbangan SJ016 Take Off  namun setelah pramugari selesai memperagakan alat keselamatan ada kalimat seperti ini "Marilah kita berdoa agar pesawat ini sampai dengan selamat sampai tujuan" (kira-kira inti dari kalimatnya seperti itu), dan hatiku serasa remuk karena melihat kondisi dalam pesawat yang sudah tua dan menegangkan ini ditambah lagi si pramugari mengatakan sama-sama berdoa supaya pesawatnya sampai dengan selamat di tujuan, aku berpikir dalam hati Ya Tuhan jangan sampai jatuh lah pesawat yang aku tumpangi ini, kalau pun jatuh aku sudah pasrah dan aku memang betul-betul pasrah saja ketika menaiki Sriwijaya Air dengan no penerbangan SJ016 itu.
Kursi penumpang yang normal ada Meja Makan nya
Nggak ada Meja makannya 
Tada ini dia Snack yang diberikan oleh Sriwijaya Air (Really Love this snack so much)
Ketika proses Take Off sedang berlangsung Pintu kokpit pilot malah terbuka, dan sumpah diriku ini semakin pasrah saja melihat kejadian itu, kalaupun aku jatuh dan mati ya sudahlah. Namun ternyata aku salah sang pilot berhasil menerbangkan pesawat Boeing 737-300 tersebut. Akhirnya pramugari pun siap untuk membagikan snack untuk para penumpang, wah hatiku senang sekali hahahaha, Pramugari tersebut memberikan 1 paket kantongan yang didalamnya sudah tersedia Roti dan Air mineral gelas, ketika aku ingin membuka dan menyantap snack yang telah dibagikan oleh si Pramugari aku heran lho meja makanku kenapa tidak ada ya ?, aku baru menyadarinya kalau ternyata meja makan ku udah rusak, ketika aku sadar kalau Meja makan dikursiku tidak ada aku semakin syok dengan kondisi pesawat ini kenapa pihak manajemen tidak memperbaiki Meja makanan di kursiku ini ?, tapi ya sudahlah untung makanannya cuma roti dan air mineral gelas, jadi tidak ada meja pun rasanya tidak apa-apa.
Akhirnya setelah menunggu beberapa jam pesawat Sriwijaya Air SJ016 mendarat di Kualanamu hatiku menjadi lebih tenang, ternyata aku bisa telah mendarat dengan selamat di Kualanamu, sepertinya lain kali jika aku akan berangkat menggunakan Maskapai Sriwijaya Air lagi aku harus menanyakan jenis pesawatnya, jangan sampai aku naik pesawat tipe yang satu ini lagi kecuali kalau interiornya sudah di perbaiki, mungkin akan sedikit menambah rasa nyaman para penumpang.
Oke sampai disini dulu ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan lainnya.

0 comments:

Post a Comment