Saturday, July 4, 2015

PIARA 2015 Membuat Sebuah Rekor Baru Bagi Suku Karo


Hatiku, Duniaku, Karyaku, ketiga kata itu merupakan tagline dalam kegiatan PIARA 2015, banyak kegiatan yang diisi oleh adik-adik KAKR dalam kegiatan PIARA ini, ada pengenalan tentang penanggulangan bencana alam, penanaman pohon, daur ulang bahan bekas, dan lain sebagainya.

Tapi ada beberapa kegiatan yang luar biasa dalam kegiatan PIARA 2015 ini, yaitu pihak GBKP ingin membuat suatu gebrakan dan membuat Rekor, yaitu membuat Pagelaran Tari "Roti Manis" dengan pasangan penari terbanyak, Badia sempat sepele dengan rencana pembuatan Rekor tarian roti manis ini karena menurut Badia sendiri anak-anak itu susah banget diatur apalagi disuruh menari.
Tapi setelah mendapat postingan foto dari teman-teman yang sempat berada di lokasi PIARA 2015 yang bertempat di Retreat Center Sukamakmur Sibolangit, wah ternyata begitu semangatnya antusias adik-adik KAKR dari seluruh Indonesia untuk memecahkan rekor ini, walaupun sempat memakan waktu beberapa jam untuk proses pengumpulan dan penataan baris adik-adik yang akan menari.


Untuk memastikan apakah adik-adik ini bisa memecahkan rekor atau tidak, panitia PIARA 2015 melakukan Gladi Resik (GR) sebanyak 3 kali, setelah melakukan GR sebanyak 3 kali akhirnya panitia beserta tim dari MURI (Museum Rekor Indonesia) memulai proses penilaian.
Tanpa disangka walaupun adik-adik KAKR sudah capek berdiri ber-jam-jam dan telah disuruh GR sebanyak 3 kali, namun ketika proses tahap penilaian dimulai adik-adik KAKR malah semakin semangat untuk memberikan yang terbaik untuk Tanah Karo.
Dan setelah selesai menari, tim MURI mengumumkan hasil dari tarian tersebut, ternyata tarian roti manis yang awalnya ingin memecahkan Rekor Indonesia, berubah menjadi Rekor Dunia dengan catatan rekor Pagelaran Tari "Roti Manis" dengan pasangan penari terbanyak, wah senang sekali rasanya mendengar berita tersebut.
Piagam MURI untuk GBKP
Piagam MURI untuk Panitia PIARA 2015

Tim MURI memberikan piagam Rekor Dunia kepada KAKR Moderamen, selain itu juga memberikan piagam Rekor Dunia kepada Panitia PIARA GBKP 2015, dan terakhri kepada GBKP, Badia sebagai orang karo merasa bangga sekali dengan prestasi ini, ternyata masih banyak adik-adik KAKR yang peduli dengan budaya karo.
Selain Rekor Dunia, Lagu Theme Song PIARA 2015 yang berjudul Hatiku, Duniaku, Karyaku, juga sangat menarik untuk didengar dan dilakukan gerakannya, musiknya easy listening dan liriknya juga enak di dengar, berikut adalah lirik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Karo
Bahasa Indonesia
Hidupku dalam tanganMu, memilih dan mengutusku
Berkarya dalam dunia, jadi anak yang berguna
Kasih Tuhan ada padaku, kurasakan dalam hidupku
Bila Tuhan s'lalu sertaku, ku'kan kuat melakukannya
Segenap hatiku'kan mencari, agar hidupku'kan penuh arti berkreasi
Segenap jiwaku'kan berkarya, bagi dunia dan lingkungan kita selamanya
Kasih Tuhan ada padaku, kurasakan dalam hidupku
Bila Tuhan s'lalu sertaku, ku'kan kuat melakukannya

Bahasa Karo
Geluhku ibas tanNdu, ipilih ras i suruhNdu
Erbuah ibas doni, jadi anak si erguna
Keleng ate Tuhan man bangku, kugejapken ibas geluhku
Adi Tuhan tetap ras aku, megegehku bas ndalankenca
Asa pusuh lalap ku ndarami, gelah geluhku banci nanami krina doni
Asa gegeh lalap ku lakoken, pehuliken ingan kegeluhen seh kematen
Keleng ate Tuhan man bangku, kugejapken ibas geluhku
Adi Tuhan tetap ras aku, megegehku bas ndalankenca
Liriknya simple begitu juga dengan nada di lagunya, ayo coba kalian dengar lagunya dibawah ini

PIARA 2015 telah berakhir, pasti ada banyak kenangan manis yang adik-adik KAKR rasakan ketika mengikuti kegiatan ini, ada yang punya teman baru, kenalan baru, dan yang pastinya punya pengalaman baru yang lebih seru, adik-adik KAKR ku jangan pernah lupakan budaya Karo kita ya !
Sampai disini dulu ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan berikutnya.


0 comments:

Post a Comment