Monday, August 24, 2015

Review Film : Battle Of Surabaya

Halo pembaca setia blog Badia, kali ini Badia mau memberikan review film karya anak bangsa yang berjudul Battle Of Surabaya, yang sudah mendapatkan penghargaan International Movie Trailer Festival oleh People's Choice Award.
Film Indonesia belakangan ini semakin banyak saja yang berkualitas, namun kali ini Indonesia sudah mulai berani mengangkat film Animasi kedalam layar lebar dengan judul Battle Of Surabaya, yang menceritakan mengenai sejarah Kemerdekaan Indonesia, berikut sinopsis dari film Battle Of Surabaya.
Setelah pemboman kota Hiroshima dan Nagasaki oleh Sekutu, Jepang mengakhiri perang melawan Sekutu. Penyerahan Jepang atas Sekutu tersebut ditandatangani di atas Kapal USS Missouri. Indonesia Merdeka! Lepas dari penjajahan Jepang. Tetapi langit Surabaya kembali memerah. Peristiwa Insiden Bendera di Hotel Yamato dan kedatangan Sekutu yang ditumpangi Belanda menuntut hak atas Hindia Belanda. Disisi lain juga terjadi gangguan oleh beberapa kelompok pemuda Kipas Hitam, sebuah organisasi paramiliter bentukan Jepang. Residen Sudirman, Gubernur Suryo, Pak Moestopo, Bung Tomo dan tokoh-tokoh lain membangkitkan semangat arek-arek Suroboyo & pemuda Indonesia untuk memilih bangkit melawan penjajahan. 
Cerita Battle of Surabaya merupakan cerita adaptasi dari peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Musa (Ian Saybani) seorang remaja penyemir sepatu yang kemudian membawa misi sebagai kurir surat-surat rahasia untuk para tentara dan milisi pejuang Indonesia. Selain surat rahasia Musa juga mengantar surat-surat pribadi para pejuang untuk keluarganya. Bersama sahabatnya Yumna (Maudy Ayunda) dan Danu (Reza Rahadian), Musa mengalami petualangan hebat hingga banyak kehilangan orang-orang yang dicintainya. Bagaimana petualangan Musa menyelesaikan misi-misinya diantara ancaman para musuh dan perang yang terjadi waktu itu.
Meskipun mengangkat tema perjuangan kemerdekaan Indonesia namun alur cerita yang dibuat oleh M.Suyanto dan naskah yang dibuat oleh Aryanto Yuniawan membuat penonton larut dalam nuansa perjuangan kemerdekaan, dan menambah wawasan penonton mengenai sejarah terjadinya perang 10 November 1945.
Disisi animasi teman-teman dari STMIK AMIKOM Yogyakarta pantas untuk diacungi jempol, walaupun animasi yang dibuat masih dalam bentuk 2D namun alur cerita yang mengalir dan efek suara yang sudah 7.1 Dolby Surround menutupi segala kekurangan dari Animasi 2D, selain itu alur cerita juga tidak terlalu monoton ada unsur komedi yang dicampur padukan sehingga membuat penonton lebih menikmati film ini dengan lebih santai.
Oleh karena itu Badia memberikan nilai (A) untuk film ini karena telah menjadikan sebuah alur cerita perjuangan kemerdekaan Indonesia menjadi lebih mudah dicerna dan lebih santai untuk ditonton, buat teman-teman yang belum menyaksikan Battle Of Surabaya bisa menyaksikan trailernya dibawah ini sekaligus juga dengan OST filmnya.
Sampai disini dulu ya postingan Badia kali ini sampai ketemu dipostingan berikutnya !

0 comments:

Post a Comment