Thursday, September 24, 2015

Pengalamanku Hampir di Tipu Via Telepon


Halo pembaca setia blog Badia, betapa kesal rasanya ketika kita ditipu oleh orang lain namun untungnya saya sendiri terhindar dari ulah sipenip yang ingin menipuku, jadi ceritanya gini aku mendapat panggilan telepon dari ponselku dengan no 082318587xxx karena no itu sudah menelpon ku sebanyak 2x aku pun mencoba menanyakan siapa orang yang menelponku ini via sms. Namun sms-ku tidak dibalas olehnya malah aku ditelpon balik dan dengan itikad yang baik akupun mengangkat telepon dari no tersebut dan terjadilah pembicaraan singkat antara aku (S) dan penipu (P) tersebut.
S : Halo ini siapa ya ?
P : Halo bang, masa abang tidak kenal sama aku ?
S : (aku bingung ini siapa) sorry ini siapa ya aku nggak kenal
P : iss gitu kali lah abang langsung sombong abang inilah, padahal baru aja jumpa pun
S : (aku mencoba mengingat siapa sih orang dengan karakter suara si penelpon ini) ini freddy ya PERMATA GBKP ?
P : iya bang ini freddy abang lagi dimana sekarang ?
S : Baru aja nyampe rumah, ada apa emangnya fred ?
P : Ya udahlah bang nanti aja lah kalau gitu, masih capek abangkan bentar lagi ajalah ku telpon
S : ya udah lah kalau gitu
Akhirnya aku menutup telepon dari beliau dan akhirnya pada pukul 23.00 WIB, beliau kembali menelpon 
S : Halo !
P : Bang aku boleh nginap dirumah abang nggak ?
S : (Karena beliau adalah PERMATA GBKP sebuah komunitas pemuda digerejaku ya aku mengijinkan) boleh !
P : Rumah abang dimana ?
S : Lubuk Pakam, kau dimana rupanya ?
P : Lagi diperbaungan bang !
S : Ngepain kau di Perbaungan ?
P : Biasalah bang lagi main ketempat adek kam 
S : oohh gitu, ya udah datang aja
P : Oke ya bang sebentar lagi aku datang ya !
S : iya cepat kau ya jangan kemalaman
Nah berselang 5 menit kemudian sipenipu itu menelponku kembali, namun dari sini percakapan yang terjadi dengan aku dan dia sedikit aneh.
P : Halo bang
S : Halo, udah dimana kau ?
P : Ini bang aku lagi dijalan nih, bang ini aku lagi dapat rejeki nih bang, tadi pas dijalan aku ngelihat tas jatuh bang, tapi bang pas mau kuambil tas itu malah udah diambil sama kakek-kakek bang, kubilang sama kakek-kakek itu kan bang kek tas abang aku itu, udah gitu bang si kakek itu percaya bang, nah bang pas dibuka rupanya didalam tas itu ada Blackberry 7 kotak, iPad Mini 2 kotak, trus ada perhiasan bang, tapi bang ada juga KTP yang punya namanya (aku lupa dia kemarin bilang atas nama siapa) abang pura-pura aja ya jadi yang punya tas itu, soalnya si kakek ini percaya aja bang
S : (Saya bingung kenapa ada seorang PERMATA GBKP yang punya itikad jahat seperti ini, oleh karena itu saya menolak) Lho saya tidak mau seperti itu, itu urusan kamu, saya tidak mau dibawa-bawa kedalam permasalahan seperti ini.
P : ayolah bang, isi tasnya lumayan lho bang, ada blackberry 7 kotak, iPad Mini.... bla bla bla
S : nggak nggak nggak aku nggak mau ikut begituan pokoknya cepat kau datang kerumahku kalau mau nginap
Akhirnya dengan kesal sipenipu tersebut menutup teleponnya, namun pukul 24.00 WIB aku mencoba mengirimkan sms menanyakan dimana posisinya, namun tidak ada balasan dan akhirnya pada malam itu si fredy yang berkedok sebagai temanku di PERMATA GBKP itu tidak datang untuk menginap kerumahku.
Namun ternyata keesokan harinya (kebetulan hari minggu) sekitar jam 3 sore aku sedang berada di Sibolangit tepatnya pada acara pelantikan panita CIMPA 2016 (Camp Iman PERMATA) dan tada ! si fredy itu menelpon ku kembali disela-sela acara pelantikan.
S : iya fred ada apa ?
P : Abang dimana nih bang ?
S : di sibolangit, ada apa fred ?
P : aku lagi di Brastagi bang ?
S : Cepat kali kau ke Brastagi !, semalam kenapa kau nggak jadi nginap dirumahku ?
P : iya bang banyak pula kerjaanku semalam
S : (Aku mengiyakan saja dalam hati seolah tak percaya) oohh gitu !
P : (mulai melancarkan lagi aksinya) Bang aku lagi nemu tas lagi nih bang isinya blackberry (mengulang cerita penemuan tas seperti malam kemarin dan menyuruhku untuk menjadi sipemilik tas)
S : (Tak sabar dengan pernyataan tersebut aku pun membentak) Maumu apa sih dari semalam gitu-gitu terus ! ?
P : (dengan kesal menutup telponnya)

Heran dengan telepon yang satu ini akhirnya aku menanyakan status si Fredy ini kesalah satu teman PERMATA GBKP di klasisnya, ternyata tidak ada yang namanya Fredy, temanku mengatakan pasti kau pas ditelpon kau langsung bilang asal-asalan Fredy aja kan ?, lalu kujawab "iya", hampir aja kau kena tipu.
Jadi inti dari pembicaraan telepon tersebut dari kacamata temanku PERMATA GBKP yang juga pernah menerima telepon seperti itu adalah, jika aku mau mengaku sebagai sipemilik tas maka sipenipu itu akan berpura-pura mengatakan si kakek tersebut akan meminta imbalan sejumlah uang, dan sipenipu akan berpura-pura memiliki jumlah uang yang sedikit dan memintaku untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening sipenipu, dan ketika saya tergiur dengan isi yang ada dalam tas itu maka saya akan menuggu kedatangan Fredy sipenipu itu yang ternyata tidak akan pernah datang kerumahku.
Modus ini mencoba menarik peminat korban dengan cara memberikan informasi gadget dan sejumlah perhiasan yang ada didalam tas, nah jika korban lengah maka otomatis tergiur dengan gadget dan benda didalam tas itu dan akan mentransferkan sejumlah uang untuk sipenipu. Dan si penipu dari awal mencoba menarik perhatian kita dengan cara menebak kira-kira nama siapa yang akan korban sebutkan pertama kali, dari situlah sipenipu mengira nama yang kita sebutkan itu adalah teman ataupun rekan terbaik kita, dan mulailah sipenipu itu beraksi.
Jujur saya hampir saja terpikat dengan tawaran yang diiming-imingkan sipenipu tapi sayang ketika dia menyebut Blackberry dan iPad saya kurang begitu tertarik hahahahaha, coba aja kemarin dia bilang ada Xiao Mi dan sudah pasti saya kena perangkap sipenipu tersebut hahahaha.
Jadi teman-teman mulai sekarang jangan mudah tergiur dengan iming-iming yang Anda dengar melalui telepon seluler, dan jaga diri Anda agar tidak mudah terpengaruh dengan iming-iming gadget yang sudah memiliki brand terkenal.
sampai disini ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan berikutnya. 

0 comments:

Post a Comment