Tuesday, January 12, 2016

Review Film Midnight Show (2016)

Halo pembaca setia blog Badia, dipostingan kali ini Badia mau memberikan review film Indonesia yang berjudul Midnight Show.
Tahun 1998 disebuah gedung bioskop yang bernama "Bioskop Podium" terjadi sebuah pembunuhan, adalah Naya (Acha Septriasa), Juna (Gandhi Fernando), Alan, Lusi yang merupakan karyawan gedung bioskop tersebut, dan Pak Jo yang merupakan sipemilik gedung bioskop, suatu malam ketika Pak Jo memutuskan untuk memutar sebuah film dengan judul "Bocah" yang rencananya diputar pada pertunjukan tengah malam (Midnight Show).
Film yang diputar tersebut merupakan sebuah film yang diangkat berdasarkan kisah nyata, yang menceritakan seorang anak bernama "Bagas" yang membunuh seluruh anggota keluarganya, dan yang paling menakutkan ternyata sewaktu film ini diputar dibioskop Bagas telah bebas dari penjara, dan kabarnya dia masih suka melakukan aksi pembunuhan kepada orang-orang disekitarnya.
Dipertengahan pemutaran film Bocah digedung bioskop tersebut terjadilah sebuah pembunuhan, yang akhrinya membunuh para penonton film "Bocah" hingga akhirnya membuat, Naya & Juna harus bisa melawan sipembunuh dan mencari tahu siapa sebenarnya sosok pembunuh tersebut.
Foto kiriman Badia Tarigan (@badiacoolonline) pada
Well Badia kemarin sudah menonton film ini bersama dengan sang produser Gandhi Fernando sewaktu Gala Premiere-nya di Hermes XXI Medan tanggal 11 Januari 2016 yang lalu, dan setelah melihat filmnya ternyata ceritanya keren banget, aku sendiri sampai salah menebak siapa pembunuh sebenarnya, pokoknya diluar ekspektasi banget deh, dari alur cerita Badia kasi 2 jempol deh untuk Midnight Show.
Dari sisi Sinematography karena kebanyakan gambar diambil di dalam gedung bioskop menjadikan film ini kurang berwarna, namun pengambilan gambar untuk adegan pembunuhannya keren banget, sayang sekali pada bagian mutilasi adegannya harus dipotong.
Dari Jajaran pemainnya ada Acha Septriasa yang memerakan karaketer Naya, seorang single parent yang bekerja dibioskop untuk menghidupi seorang anaknya yang sedang sakit, Acha memerankan karakternya dengan baik, lalu ada Gandhi Fernando yang berperan sebagai Juna, merupakan seorang proyeksionis gedung bioskop, tanpa ada dirinya dibioskop tidak mungkin film diputar didalam gedung bioskop, namun ada beberapa adegan yang menurut Badia sendiri tidak cocok dilakoni Gandhi sebagai Juna difilm tersebut, badan Gandhi yang tinggi dan tegap begitu mudah sekali dikalahkan oleh sipelaku pembunuhan, Ratu Felisha (aku lupa nama perannya) menurut pandangan Badia sendiri merupakan karakter yang seharusnya tidak diperlukan di film ini, karena melihat dari mimik akting Ratu Felisha difilm ini sepertinya dia tidak merasa cocok dengan perannya didalam film Midnight Show.
Well overall kalian harus tonton film Midnight Show, karena kalian harus cari tahu siapa sih sebenarnya sipembunuh didalam gedung bioskop itu ? atau jangan-jangan kalian salah menebak pembunuhnya lagi ?, oleh karena itu Badia memberikan nilai (B-) untuk film ini.
Buat teman-teman yang belum nonton film Midnight Show silahkan lihat trailernya dibawah ini
Sampai disini dulu ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan selanjutnya

0 comments:

Post a Comment