Thursday, February 4, 2016

Review Film Siti (2016)

Halo pembaca setia Blog Badia, dipostingan kali ini Badia mau memberikan review salah satu film Indonesia yang memenangkan penghargaan Film Terbaik FFI 2015 yang berjudul SITI.

Siti, seorang ibu muda yang harus berjuang menghidupi ibu mertuanya, anaknya, dan juga suaminya yang lumpuh akibat kecelakaan saat melaut, tak hanya itu saja, ternyata suami Siti juga pernah berhutang untuk membeli kapal yang digunakan untuk transportasi menangkap ikan dilaut.
Disiang hari Siti berjualan Peyek Jingking bersama dengan ibu mertuanya di Pantai Parangtritis, dimalam harinya Siti bekerja sambilan menjadi pemandu karaoke, ditempat karaoke inilah Siti kemudian berkenalan dengan seorang polisi bernama Gatot, Gatoto ingin menikahi Siti dan menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Dalam penuh kebimbangan dan beban hidup yang sangat berat, kehidupan manakah yang akan dipilih Siti ?.
Ketika menonton film Siti, Badia nggak menyangka konsep warna yang dituangkan dalam filmnya adalah Hitam Putih a.k.a terkesan jadul sekali, tapi walaupun seperti itu nuansa lawas sangat tertuang jelas dalam film ini, setiap detik dari filmnya begitu saya nikmati, dan saya hanyut akan kehidupan Siti yang sedang berada diujung tanduk kesusahannya, meskipun Siti sedang dalam kesusahan dia tetap berjuang keras untuk dapat menghidupi ibu mertua, anak, dan suaminya, dari sini saya mengambil kesimpulan bahwa Siti ini adalah seorang wanita yang sangat luar biasa yang mau memperjuangkan kehidupan keluarganya.
Alur cerita Siti yang sangat sederhana membuat penonton terhanyut akan perjuangan hidup Siti, apa iya Siti dapat terus bertahan hidup dengan keadaan seperti itu ?, kok mau ya Siti tetap bertahan dan merawat suaminya yang sakit ?, kok nggak diceraikan aja suaminya toh udah sakit ?, kira-kira itu lah yang terbesit dalam pikiran penonton yang menyaksikan film Siti, namun dibalik tanda tanya itu, ternyata Siti malah menangis dan tertekan dengan kehidupannya, suatu emosi jiwa yang mungkin dirasakan setiap orang ketika mengalami beban hidup berat seperti itu.
Jarang sekali ada film Indonesia yang mengangkat tema kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari, dan Badia bilang Siti sangat sukses sekali membuat penonton terbawa emosional jiwa kepada karakter Siti. Meskipun ratio film ini bukan 16:9, sepertinya sih 4:3 tapi sinematography yang ditampilkan juga tidak mengecewakan lho, permainan kamera yang begitu apik membuat penonton semakin nyaman dengan alur ceritanya.
Dari sisi para pemainnya, Sekar Sari sukses sekali memerankan tokoh Siti, setiap mimik sedih dan ceria yang dibawakan oleh Sekar Sari begitu sempurna, apalagi Titi Dibyo muantap, tak salah kalau film "SITI" banyak memenangkan berbagai penghargaan.
Overall, SITI merupakan film Indonesia yang wajib kalian tonton, alur ceritanya yang sederhana menggambarkan sebuah kehidupan seorang wanita yang tidak mempunyai banyak pilihan dalam hidupnya, oleh karena itu Badia memberikan nilai (A) untuk film Indonesia yang satu ini.
Buat teman-teman yang belum nonton filmnya silahkan saksikan trailernya dibawah ini.
Sampai disini dulu ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan selanjutnya.   

0 comments:

Post a Comment