Friday, April 15, 2016

Mencoba Kembali Cara Belanja Secara Konvensional

Halo pembaca setia blog Badia, dipostingan kali ini Badia mau berbagi cerita nih, jadi gini beberapa waktu yang lalu aku pengen banget belajar membuat Bolu Blackforest, untungnya bibiku pandai membuat Bolu Blackforest tersebut oleh karena itu beliau menuliskan bahan-bahan yang harus aku beli untuk membuat Blackforest tersebut, tapi dia mengatakan harus beli disebuah toko kelontong, katanya ditoko tersebut menjual lengkap bahan-bahan untuk membuat kue.
Dengan berat hati aku pergi ke toko kelontong yang telah disebutkan oleh bibiku tersebut, didalam benakku aku berpikir sepertinya lebih lengkap kalau belanja di minimarket atau swalayan, tapi apa boleh buat kalau kata bibiku semua bahannya ada ditoko yang sudah disebutkannya mau tidak mau aku harus membelinya disana.
Sesampainya ditoko kelontong tersebut aku teringat saat dulu sebelum adanya minimarket aku sering sekali belanja ditoko kelontong seperti ini, dan sekarang dimana minimarket sudah banyak bertebaran dipinggir jalan ternyata masih ada juga toko kelontong yang masih bertahan untuk menjajakan dagangannya, toko kelontong yang kudatangi tersebut namanya "Surya Mas" dan toko ini masih bertahan sampai sekarang, berada di tengah kota lubuk pakam menjadikan toko ini masih memiliki beberapa pelanggan yang setia untuk belanja ditoko kelontong ini. 
Jadi yang punya toko kelontong ini adalah orang Cina, umurnya juga udah tua tapi masih punya semangat untuk berdagang eniwe yang punya gendernya cowok jadi aku manggil akong (sapaan untuk kakek dalam bahasa hokien), beliau memiliki 1 karyawan orang jawa, dan ketika aku masuk kedalam tokonya karyawannya langsung menanyakan "mau beli apa bang ?", langsung saja aku bacakan semua bahan-bahan yang ingin aku beli, dan ternyata memang lengkap, sampai saus blueberry pun ada ditoko kelontong ini, selain itu soal harga nggak kalah murah lho sama harga di minimarket, malah lebih murah ditoko kelontong ini.
Setelah semua bahan-bahan pesanan ku telah selesai diambil oleh si abang tersebut, maka si akong pun mulai melakukan penghitungan barang belanjaanku, ajaibnya si akong ini ingat semua harga setiap barang yang ku beli, dan dia memasukan angka perhitungan belanjaanku kedalam kalkulator, dan setelah selesai melakukan perhitungan beliau memberikan nominal total yang harus aku bayarkan.
Seiring berkembangnya jaman semakin sedikit orang yang mau belanja ditoko kelontong apa lagi anak muda yang sudah kekinian, kalau mau beli sabun sebiji aja harus ke minimarket biar dibilang gaul dan tidak ketinggalan jaman !, dari kejadian belanja ditoko kelontong tersebut akhirnya aku sadar kalau diluar sana masih ada yang berdagang masih menggunakan cara konvensional, dan satu hal juga nilai plus dari toko kelontong adalah harga yang dijual lebih murah dari pada beli di minimarket.
Selain itu satu hal yang bisa aku ambil hikmahnya ketika belanja di Toko Kelontong tersebut adalah aku bisa membantu setidaknya sedikit membantu menambah uang masuk ditoko tersebut, jadi teman-teman sekalian jika ingin membeli sesuatu barang ada baiknya teman-teman beralih ke toko kelontong atau grosir, tidak perlu deh hanya membeli sabun sebiji atau telur sepuluh butir di minimarket !, ada baiknya kalian coba kembali masa-masa indah ketika belanja disebuah toko kelontong, lumayan juga kan membantu saudara ataupun tetangga kalian yang mempunyai toko kelontong, jangan biasakan selalu membeli suatu produk di minimarket, masih ada juga lho toko kelontong yang butuh perhatian kalian.
Eniwe setelah selesai membeli bahan-bahan bolu blackforest tersebut aku kembali kerumah dan meminta bantuan bibiku untuk mengolah bahan-bahan tersebut sehingga menjadi bolu blackforest, mau tau seperti apa proses pembuatan bolu blackforest-nya ? yuk lihat proses pembuatannya divideo berikut ini, jangan lupa subscribe ya
Oke deh sampai disini dulu ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan selanjutnya

0 comments:

Post a Comment