Friday, May 20, 2016

Review Film The Angry Birds Movie 2016

Halo para pembaca setia Blog Badia, dipostingan kali ini Badia akan memberikan review film animasi yang diadaptasi dari permainan game paling populer Angry Birds, dan tentu saja judul filmnya juga tak jauh dari judul game-nya The Angry Birds Movie.

Semua burung hidup damai disebuah pulau burung, kecuali Red, seekor burung berwarna merah yang memiliki tingkat sensitif yang tinggi dan suka terbawa emosi sehingga membuat dirinya gampang marah kepada burung yang lain. Melalui sifatnya yang pemarah tersebut Red mendapat hukuman dan dilatih agar ia bisa mengontrol amarahnya.
Didalam sesi pelatihan tersebut Red bertemu dengan Chuck, dan Bomb, mereka bertiga kemudian menjadi lebih dekat. Tiba-tiba ada sebuah kapal yang berlabuh di pulau burung, ternyata didalam kapal itu ada sekelompok babi-babi yang ingin mengenal dengan penduduk di pulau burung, salah satu pemimpin kelompok babi tersebut bernama Leonard, tak percaya dengan maksud kedatangan sekumpulan babi-babi tersebut hanya untuk berkenalan dengan penduduk di pulau burung, Red dan kawan-kawan melakukan investigasi ke kapal tersebut, dan menemukan bahwa didalam kapal tersebut masih terdapat banyak kumpulan babi lainnya.
Namun sayang penduduk pulau burung malah menghiraukan pesan yang disampaikan oleh Red, hingga suatu hari kawanan babi-babi tersebut melakukan penculikan terhadap telur burung yang akan disantap oleh kawanan Leonard. Tak mau tinggal diam Red beserta seluruh penduduk di pulau burung setuju untuk mendatangi pulau babi dan merebut kembali telur-telur mereka, akankah Red dan teman-teman berhasil merebut kembali telur mereka ?.
Melihat film The Angy Birds Movie ini mengingatkan Badia kembali dimasa-masa ketika game Angry Birds ini begitu terkenal dan Badia juga sering lho memainkan permainannya, well melihat dari segi filmnya ceritanya memang dihususkan untuk anak-anak, namun bagi teman-teman yang sudah dewasa juga dapat menikmati film ini lho, banyak kelucuan dan tingkah-tingkah nyeleneh antara Red, Chuck, dan Bomb.
Meskipun ceritanya untuk anak-anak namun penggunaan kata-kata dalam film tersebut masih terlalu kasar untuk anak-anak, tapi mungkin anak-anak di Indonesia belum begitu mengerti kali ya, jadinya film ini juga masih begitu lucu lho ditonton untuk anak-anak, 
Sinematografinya bagus lho, sayang banget kemarin Badia nggak nonton versi 3D, pasti versi 3Dnya jauh lebih bagus dari 2D, Dari segi naskah Jon Vitti sepertinya membuat cerita yang terlalu bertele-tele diawal, sehingga penonton agak sedikit bosan dari bagian pertengahan film, meskipun begitu Klimaks dari film The Angry Birds Movie dapat dirasakan oleh penonton, 
Well oleh karena itu Badia memberikan nilai (B) untuk film The Angry Birds Movie, buat teman-teman yang belum melihat trailernya bisa langsung melihatnya dibawah ini.
Sampai disini dulu ya postingan badia kali ini, sampai ketemu dipostingan selanjutnya.

0 comments:

Post a Comment