Sunday, June 5, 2016

Review Film Sundul Gan : The Story Of Kaskus (2016)

Halo pembaca setia blog Badia, gimana dipostingan kali ini Badia mau mereview salah satu film yang diangkat dari kisah pendiri Kaskus yang berjudul Sundul Gan, siapa sih yang tidak mengenal Kaskus ? jika diantara teman-teman masih belum tahu apa itu kaskus, Kaskus adalah salah satu situs forum terbesar di Indonesia, sebelum menjadi besar banyak proses yang dilaluinya, berikut sinopsis film Sundul Gan.
Ken adalah seorang pelajar yang senang sekali bermain konsol game, setiap hari setelah pulang sekolah dia dan teman-temannya selalu bermain konsol game dikamar, selain itu ada juga teman-temannya yang suka membuka situs kaskus, dilain sisi Ayah Ken tidak suka melihat rutinitas anaknya yang setiap hari hanya bermain game. Setelah lulus SMA Ken dikirim ke Seatle Amerika untuk kuliah disana, hingga akhirnya Ken bertemu dengan Andrew.
Perkenalan Ken dan Andrew bisa dibilang tidak disengaja, setelah saling sapa akhirnya Andrew mengatakan kalau kesibukannya adalah ngaskus, dan Andrew mengaku kalau dialah orang yang membuat situs kaskus, berawal dari pertemuan itu persahabatan mereka menjadi dekat, hingga suatu hari Ken memaksa Andrew untuk pindah ke Indonesia untuk mengembangkan Kaskus disana.
Dengan bantuan dana yang dipinjamkan oleh Ayah Ken, mereka berdua juga siap untuk mengembangkan sekaligus mencari investor Kaskus di Indonesia. Seiring berjalannya waktu perjalanan mereka penuh dengan hambatan dan masalah, Ken mulai sibuk dengan urusannya untuk mencari investor dan mempersiapkan pernikahannya, sedangkan Andrew merasa ditinggalkan di kantor sempit dan pertengkaran diantara mereka sering terjadi,
Ditambah lagi munculnya UU Anti Pornografi sehingga membuat Andrew membuat keputusan yang paling berat didalam hidupnya. Akankah Ken dan Andrew mendapatkan Investor dan dapat mengembangkan Kaskus di Indonesia ?.
Demikian sinopsis singkat film Sundul Gan, film yang disutradarai oleh Naya Anindita ini jauh banget dari ekspektasi yang Badia bayangkan, Badia pikir ceritanya akan lebih detail pada apa latar belakang mendirikan Kaskus, namun di film ini lebih menceritakan perjuangan Ken dan Andrew untuk mempertahankan Kaskus supaya mendapatkan dana Investor sehingga Kaskus bisa memiliki kantor yang lebih besar dan lebih wah, selain itu juga alur filmnya kurang enak untuk dinikmati penonton, alurnya telalu ribet untuk dinikmati oleh penonton.
Film Sundul Gan ini juga menggunakan Visual Effect lho, mesikipun Visual Effect-nya juga tidak terlalu wah namun kelihatan juga Visual Effect-nya masih belum sempurna. dari sisi Sinematografi juga tidak terlalu banyak pengambilan gambar yang begitu isitimewa karena fokus pada film ini hanya diutamakan hanya untuk karakter Ken dan Andrew.
Dari segi karakter ada banyak figuran dalam film ini, Tanta Ginting juga ikut ambil bagian dalam film ini sebagai figuran, namun untuk karakter Ken diperankan oleh Dion Wiyoko dengan suksesknya mendalami karakternya, dan untuk karakter Andrew diperankan oleh Albert Halim yang juga sukses mendalami perannya dengan para aktor dan artis figuran lainnya.
Overall Sundul Gan menjadi sebuah film yang sia-sia mengingat fokus yang diambil hanya dari sisi Ken dan Andrew saja, mengingat Kaskus juga memiliki perjalanan yang begitu panjang seharusnya Naya Anindita juga lebih memfokuskan alur cerita bagaimana Kaskus itu bisa tercipta dan bagaimana cara pemasaran yang dilakukan Andrew sehingga Kaskus bisa sampai begitu terkenal di Indonesia. Oleh karena itu Badia memberikan nilai (C+) untuk film ini.
Bagi teman-teman yang belum menonton film Sundul Gan bisa menyaksikan cuplikan trailernya dibawah ini.
Sampai disini dulu ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan selanjutnya.

0 comments:

Post a Comment