Saturday, December 17, 2016

Belajar Teknik Manual Brew V60 Bersama The Coffeenatics

Halo pembaca setia blog Badia, Kopi dapat diolah menjadi apa saja baik itu jadi espresso, secangkir kopi, cappucino dan lain sebagainya, tapi ternyata banyak sekali teknik yang diperlukan untuk membuat secangkir kopi, oleh karena itu sewaktu acara Selalu tau yang seru diadakan kelas teknik V60, kelas ini diadakan pada hari ketiga di Cafe The Coffeenatics.

Kelas Teknik V60 ini diajarkan langsung oleh Co-Founder The Coffeenatics Harris Hartanto, Badia mendaftarkan diri untuk mengikuti kelas pada pukul 17.00 WIB, namun karena dikantor ada meeting yang panjang jadinya harus mengikuti kelas pada pukul 19.00 WIB. dan Badia juga terlambat beberapa menit untuk mengikuti kelasnya, tapi it's okay Badia tetap disambut dengan baik dalam kelas ini, seperti apa kelasnya yuk simak terus artikel ini.
Dikelas ini Harris Hartanto mengenalkan dua jenis single origin yang akan dipergunakan untuk V60, yaitu biji kopi dari Costa Rica dan Etopia, agak heran juga kenapa The Coffeenatics tidak menggunakan biji kopi lokal ? ternyata karena kedua biji kopi tersebut sangat disukai oleh pelanggan di cafe ini, selain itu koko Harris sendiri juga suka dengan kedua single origin tersebut. Selanjutnya koko Harris mengatakan ada 2 jenis aroma untuk kopi, yang pertama adalah Fragrance (belum terkena air) dan yang kedua adalah Aroma (sudah terkena air), Lalu setelah menjelaskan perbedaan tersebut koko Harris menggilling biji kopi Costa Rica, oh iya ternyata takaran biji kopi yang digiling koko Harris adalah 20gr menurut koko Harris ada standarisasi pembuatan kopi, rasa kopi bisa berubah jika ada satu resep yang berubah, setelah menggiling biji kopinya dituangkannya kedalam sebuah cup kopi lalu menyuruh peserta didalam kelas untuk merasakan aroma fragrance-nya.
Setelah itu koko Harris mengambil kertas filter V60-miliknya lalu membasahinya hingga kertas tersebut melekat ke cupping, membasahi kertas filter juga bertujuan untuk membersihkan kertas filter.
Setelah memastikan kertas filter sudah melekat dengan cupping selanjutnya koko Harris menuangkan bubuk kopi yang sudah digiling kedalam kertas filter, lalu dengan perlahan memasukan air panas dengan suhu 80℃ kedalam cupping, menuangkan air panas kedalam cupping tersebut juga butuh teknik harus secara perlahan dan memutar teko air panas searah jarum jam. Kebetulan peralatan V60 koko Harris sangat lengkap sekali untuk menungkan kopi saja harus memakai timbangan, saya sendiri juga syok kenapa sih harus punya timbangan itu ? ternyata air panas yang dimasukan kedalam cupping juga punya teknik tersendiri, Setiap angka ditimbangan sudah menunjukkan angka 100 penuangan air panas harus segera dihentikan, dan menunggu waktu 30 detik untuk kemudian dilanjutkan menuangkan air panas sampai angka dimesin timbangan menunjukkan angka 200.
Sebelum digiling biji kopinya di timbang dulu
Memang agak sedikit ribet sih untuk mempelajari teknik ini tapi koko Harris berkata "Kopi adalah salah satu cara untuk disiplin" ada benarnya juga sih, mau buat kopi dengan teknik V60 aja kedisiplinan koko Harris sampai harus memperhatikan angka pada timbangan kopi miliknya, semua proses dari pemilihan biji kopi sampai akhirnya menjadi secangkir kopi itu sangat panjang, jadi wajar saja kalau koko Harris mengatakan seperti itu.
Well setelah kopinya jadi koko Harris memberikan cupping kopi yang didalamnya sudah berisi kopi untuk dibagikan kesetiap peserta, kemudian setelah semua peserta meminum kopi koko Harris mengajak semua peserta untuk memberikan penilaian kira-kira rasa apa yang peserta dapatkan setelah meminum biji kopi Costa Rica ?, well karena aku tidak begitu peka dengan rasa kopi yang aku rasakan hanya pahit namun aku juga merasakan sedikit rasa manis, Badia lupa apa hasil keputusan antara koko Harris dan peserta untuk biji kopi Costa Rica, yang Badia ingat biji kopi Costa Rica itu ada rasa buahnya gitu hehehehehe 😂.
Terakhir koko Harris mengatakan semakin pahit sebuah kopi maka semakin rendah kadar kafein nya, wah ini merupakan informasi baru buat Badia, selama ini Badia pikir sebaliknya, selain itu kopi yang sudah didiamkan selama 20 menit jangan dikonsumsi karena dapat membuat asam lambung. diakhir perjumpaan tersebut koko Haris membagikan Sertifikat untuk setiap peserta wow ! keren banget kelas Manual Brew kali ini ada sertifikatnya hehehehe.
Oke sampai disini dulu ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu lagi dipostingan selanjutnya.

0 comments:

Post a Comment