Thursday, February 2, 2017

Kedai Kopi 366 (Milala) Tempat Nongkrongnya Orang Karo

Halo pembaca setia blog Badia, Kedai kopi bisa dikategorikan kedalam tempat nongkrong terfavorit bagi banyak kalangan termasuk juga bagi yang masih muda maupun yang sudah tua, namun sekarang kedai kopi itu telah disulap menjadi sebuah cafe dengan berbagai hiasan interior sehingga orang-orang menjadi lebih tertarik untuk singgah ke cafe tersebut. oleh karena itu julukan Kedai Kopi sekarang telah berubah menjadi Cafe.
Namun setelah Badia telusuri ternyata di kota Medan masih punya beberapa Kedai Kopi yang masih bernuansa old school atau masih dengan nuansa masa lalu tanpa hiasan interior layaknya cafe modern dan hanya bermodalkan meja + kursi beserta tempat yang cukup sederhana saja, Kedai Kopi 366 namanya atau orang yang sering berkunjung ke kedai tersebut kerap menyebutnya sebagai Kedai Kopi Milala, kok bisa Milala ? kan 366 ? ya 366 itu jika dibaca dalam not do re mi akan menjadi mi la la, milala itu dalam marga karo masuk kedalam marga Sembiring. Kedai kopi berlokasi di Jalan Setia Budi lewat Simp Pemda tepat disamping SPBU.
Dari namanya saja sudah kelihatan banget ya kalau kopi ini dimiliki oleh suku karo, dan memang pengunjungnya juga selalu dipenuhi oleh orang-orang karo, meskipun kelihatannya Kedai Kopi Milala ini sudah usang, tapi tetap saja dia sudah punya pelanggan setia dan loyal, kabarnya beberapa artis-artis karo juga suka nongkrong ditempat ini lho, nggak cuma itu aja ternyata para profesor dari beberapa universitas juga suka nongkrong di Kedai Kopi Milala ini lho, wah dahsyat juga ya Kedai Kopi 366 ini.
Dapur tempat meracik minuman pengunjung Kedai Kopi 366
Kebanyakan pengunjung yang datang ke kedai kopi ini hanya untuk bersantai sejenak sambil menghilangkan beban pikiran hehehehe, ada yang ngopi sambil merokok, ada juga yang nongkorng sambil bermain catur dengan pengunjung yang lain, dan ada juga yang datang hanya untuk bergosip mengenai politik dan sebagainya, yang membuat kedai ini menarik adalah meskipun pengunjung tak kenal satu sama lain namun tetap akan disapa dengan baik oleh pengunjung yang lainnya, tidak seperti cafe pada umumnya dimana pengunjung di meja satu akan cuek dengan pengunjung di meja sebelahnya. di Kedai Kopi 366 semuanya bersaudara kamu akan disambut dan disapa oleh pengunjung lain seperti saudara dekat.
Layaknya cafe yang diwarnai dengan berbagai jenis musik, di Kedai Kopi Milala ini juga dipenuhi dengan musik karo, genre musik karonya kadang-kadang ganti lho disesuaikan dengan jam juga, kalau dipenuhi dengan pengunjung yang masih muda maka musiknya bertemakan cinta-cinta sampai ke full house music karo, kalau udah sorean lagu karo patah hati gitu, intinya Kedai Karo Milala ini juga nggak mau ketinggalan untuk entertaimentnya hahahahaha.
Kabarnya laki-laki dengan baju biru itu artis karo lho
Bicara soal menu yang disajikan memang tidak sebanyak cafe-cafe yang lebih modern, di Kedai Kopi Milala ini menu yang tersedia cukup simpel aja Teh Manis, Kopi, Teh Susu, Kopi Susu. Simpel banget kan, selain itu kalau juga tersedia snack roti yang sudah tersedia di meja, snack roti ini sebagai pelengkap untuk dicocol dalam minuman yang kalian pesan. Kalau soal harga ya nggak mahal lah cukup IDR 10.000 kamu udah mendapatkan segelas kopi susu beserta snack rotinya. Soal rasa kopi dan teh nya nggak perlu diragukan lagi lho, nggak kalah enak dengan cafe-cafe modern lho.
Kopi Susu + Snack Roti
Mungkin Kedai Kopi seperti ini akan ditinggalkan oleh orang-orang muda, memilih kedai kopi yang lebih hit's untuk foto-foto atau sekedar Check In di cafe tersebut lebih populer ketimbang mengunjungi Kedai Kopi Milala ini, namun ada satu hal yang mungkin tidak bisa dicari di cafe manapun selain di Kedai Kopi Milala ini yaitu kebersamaan-nya. agak susah untuk menuliskan kebersamaan seperti apa yang Badia maksud, untuk dapat merasakannya teman-teman mungkin bisa mengunjungi sendiri Kedai Kopi Milala ini, dan rasakan experient yang berbeda.
Sampai disini dulu ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan selanjutnya.

0 comments:

Post a Comment