Friday, April 21, 2017

Trend Usaha Rumahan dan Toko Pakaian di Tahun 2017


Bisnis fashion tak ada matinya, persaingan pun semakin ketat. Nah, ada berbagai jenis usaha fashion ini, mulai dari yang hanya menjalankan dengan sistem dropship, sampai yang benar-benar membuka toko fisik sendiri atau bahkan memproduksi barang-barang fashion sendiri.
Ketika telah sukses dengan membuka usaha sampingan ini, keuntungan yang diperoleh janganlah langsung dihamburkan. Kumpulkan laba untuk mengembangkan usaha. Sehingga misalnya awal merintis hanya bisa menjalankan sistem dropship, dengan uang yang sudah terkumpul maka bisa mulai membuka toko fisik dan membeli stok untuk dijual di toko.

Toko Fashion
Bila sudah membangun toko fisik, maka mau tak mau harus ada barang yang dijajakan. Maka dari itulah perlu memiliki stok. Ada untung rugi dalam memiliki stok barang. Keuntungannya adalah bila ada permintaan maka tak perlu memakan waktu untuk order terlebih dahulu, barang bisa langsung dikirim atau pun dibeli di tempat. Sementara kerugiannya adalah bila barang tersebut tidak laku dalam waktu lama dan tertinggal oleh tren yang ada. Maka dari itu, pandai-pandailah membaca tren dan mengelola persediaan barang. Selalu catat persediaan barang, baik yang masuk maupun keluar. Catatan tersebut bisa juga dijadikan sebagai bahan analisa mengenai barang yang laris dan yang tidak. Sehingga tahu mana yang perlu ditambah bila stok sudah menipis.
Hal lain yang perlu dipertimbangkan saat membuka toko fisik adalah tenaga kerja. Jika tak sanggup untuk menjaga dan mengelola toko sendiri, mau tak mau harus merekrut 1 orang pegawai untuk melayani pelanggan.
Selain tren dari fashion, tentu demi menjaga kualitas barang, Anda pun perlu memahami berbagai jenis bahan pakaian. Pelajari pula proses produksi fashion ini, siapa tahu ke depannya Anda berniat untuk memproduksi barang sendiri untuk dijual di toko.

Produksi Barang Sendiri
Jika sudah siap untuk mengembangkan usaha lebih besar lagi. Maka waktunya untuk menelaah kesempatan memproduksi barang sendiri. Apalagi jika sudah mempelajari seluk beluk bahan dan proses produksi barang fashion. Ada utung rugi dalam memproduksi barang sendiri. Kemungkinan biaya produksi bisa lebih murah ketimbang membeli barang jadi. Namun ada risiko barang yang diproduksi ternyata tak memenuhi tren dan permintaan yang ada. Bila perlu Anda harus pandai menciptakan tren sendiri, dengan demikian dibutuhkan ilmu marketing untuk mencapai hal ini.
Keuntungan memproduksi sendiri adalah Anda memiliki kendali penuh pada usaha fashion ini. Mulai dari hulu ke hilir. Bukan tidak mungkin toko lain pun akan memesan barang dagangan dari Anda. Tentu saja harga yang Anda berikan bisa lebih bersaing dari toko lain.

Mengembangkan Jalur Distribusi
Seperti telah disinggung sebelumnya, jika berhasil memproduksi barang yang cukup laris, maka tak tertutup kemungkinan akan menerima orderan dari toko lain. Nah, ini berarti saatnya mempertimbangkan jalur distribusi barang fashion Anda. Anda bisa membuat kerjasama dengan para distributor, agen atau pun reseller. Bedakan harga jual untuk distributor, agen dan reseller tergantung dari kapasitas pemesanan mereka. Bisa juga menawarkan sistem dropship bagi para pedagang yang tak memiliki modal untuk membeli stok barang.
Nah jika Anda sampai bisa memproduksi barang untuk dijual kembali dengan sistem dropship oleh orang lain yang membuka bisnis rumahan. Tentunya Anda berhasil mendukung orang lain untuk merintis usaha yang sama. Sehingga bisa jadi usaha mereka pun akan bisa berkembang seperti Anda. Mudah-mudahan dengan demikian perekonomian Indonesia pun dapat semakin maju dengan berkembangnya bisnis rumahan menjadi besar.

0 comments:

Post a Comment