Tuesday, July 25, 2017

Jalan-jalan ke Penggalian Batu Bara di Zwochau, Jerman

Halo pembaca setia blog Badia, dipostingan kali ini aku mau menceritakan perjalananku kesebuah tempat penggalian Batu Bara yang berlokasi di Zwochau, Jerman.
Setelah tiba di kota Leipzig Jerman, aku dan peserta lainnya diajak pergi ke sebuah desa yang bernama Zwochau, disana kami akan mengadakan kegiatan yang diberinama Youth Gathering dan banyak kegiatan positif yang kami lakukan disana, mulai dari membahas masalah pemuda gereja disetiap negara, dan banyak lagi. 
Kali ini kami dibagi kedalam beberapa kelompok, ada yang berada dalam kelas dance (cara memuji Tuhan melalui tari-tarian), lalu ada kelas musik (mempelajari cara memainkan alat musik untuk memuji & memuliakan Tuhan), dan ada kelas jalan-jalan sambil mengenal satu dan yang lain sekaligus melalui kegiatan jalan-jalan ini kita diajarkan untuk ber-Transformasi. Aku ingin sekali masuk kedalam kelas Dance karena aku suka sekali menari apalagi ini diluar negeri udah pasti tariannya beda dong sama Indonesia hehehehe, tapi apa daya karena aku takut cuma aku peserta laki-laki yang masuk dalam kelas dance, maka aku putuskan untuk masuk kedalam group jalan-jalan oh iya nama group ini Field Greenmeet.
Perjalanan pun dimulai sore hari yang begitu sejuk itu (di Jerman meski matahari bersinar dengan terik tapi tetap sejuk). Dalam perjalanan kami ditemani dengan pemandangan ladang gandum yang kecoklatan kelihatannya ladang tersebut sudah siap dipanen, tapi aku juga kurang tahu karena di Indonesia sendiri kalau padinya sudah berwarna coklat ya sudah bisa di panen hahahaha.
Setelah berjalan selama kurang lebih 20 menit kami berhenti disebuah tempat yang bernama Grabschutz, dari perkataan pendamping kami Jean, ditempat ini dulunya dibangun tempat penggalian batu bara, namun akhirnya sistem mereka collapse dan penduduk ditempat ini perlahan-lahan mulai meninggalkan Grabschutz.
Melanjutkan perjalanan kami dibawa ketempat sebuah benda bekas penggalian batu bara, sebuah roda yang dulunya dipakai untuk menggali, roda ini beratnya sekitar 200 ton dan terbuat dari besi dan baja, Roda ini dulunya dipasang dengan sebuah mesin penahan yang beratnya mencapai 6.500 Ton, dan yang hebatnya mesin penggali batu bara ini diproduksi selama satu tahun.
Setelah selesai mendengar penjelasan dari Jean, dia mengajak kami untuk melihat lebih dekat bekas roda tersebut dan berfoto dibawahnya, setelah itu kami kembali ke Zentrum tempat kami menginap di Zwochau.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Badia Tarigan 🌐 (@badiacoolonline) pada
Dalam perjalanan kembali ke Zentrum kami menemukan sebuah pohon yang mirip seperti Cherry, dan kami berhenti sebentar dipohon tersebut untuk mencicipi buahnya, sayangnya aku kurang suka dengan buah tersebut jadinya aku hanya melihat teman-teman yang lain deh.
Semua kegiatan tersebut sudah aku domentasikan dalam bentuk visual, karena gambar dan foto aja tidak cukup untuk menceritakan keseruan kegiatan ini, silahkan tonton videonya dibawah ini.
Sampai disini dulu ya postingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan berikutnya.

0 comments:

Post a Comment