a Digital Strategist Love Traveling & Lifestyle Blogger in Medan

Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Kalian tahu nggak sih kalau ternyata proses pembuatan Gula Merah dan Gula Semut itu melalui proses yang sangat panjang sekali, butuh perjuangan yang sangat melelahkan untuk menghasilkan Gula Merah dan Gula Semut yang berkualitas baik, kira-kira seperti apa ya prosesnya?.
Jadi beberapa waktu yang lalu aku mendapatkan kesempatan untuk melihat proses pembuatan Gula Merah dan Gula Semut disalah satu desa wisata rohani Buluh Awar yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang. Sesampainya disana aku bertemu dengan Bang Rudi Bukit yang merupakan seorang yang sudah menekuni usaha Gula Semut Aren Bukit selama bertahun-tahun.
Bang Rudi Mengaduk Sari-sari Gula Merah (Aren)
Bang Rudi mengajak aku untuk melihat proses pengambilan Air Nira (Salah satu bahan utama dan satu-satunya bahan penting dalam membuat Gula Merah dan Gula Semut) di ladangnya, keluarga besar Bang Rudi sudah memiliki Pohon Nira diladangnya, Pohon Nira ini membutuhkan waktu selama kurang lebih 6 - 8 tahun hingga dapat menghasilkan Air Nira, sungguh sebuah penantian yang sangat lama sekali ya.
Bang Rudi memanjat Pohon Nira nya sambil membawa jirigen, lalu dirijen itu ditaruh diatas pohon sehingga air nira-nya mengalir kedalam jirigen, sehingga di sore harinya jirigen sudah penuh dengan air nira. Ketika kami datang ternyata disore hari sebelumnya Bang Rudi sudah meletakkan jirigen sehingga ketika datang keesokan harinya jirigennya sudah penuh dengan air nira.
Setelah mengambil Air Nira dari beberapa pohon, lalu Air Nira tersebut dimasukkan kedalam kuali besar untuk kemudian direbus hingga berjam-jam menurut Bang Rudi sendiri proses perebusan Air Nira ini memakan waktu selama kurang lebih 6 jam lebih. Yang unik dari proses perebusan Air Nira ini adalah kompornya, kenapa? ternyata Bang Rudi masih menggunakan kompor dengan bahan bakar kayu, wah tradisional banget ya.
Gula Merah (Aren) Yang didinginkan dan dibuat menjadi Gula Semut
Setelah Air Nira tersebut melewati proses perebusan selama 6 jam maka akan menghasilkan Air Nira berwarna merah keemasan, lalu air tersebut dipindahkan kesebuah kuali yang lebih kecil dari sebelumnya dan dipindahkan ke kompor yang sudah menggunakan gas tabung elpiji dan dimasak kembali dengan api yang besar. Proses memasak ini juga membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam dan akan menghasilkan sari-sari dari Air Nira itu sendiri yang mana sari-sari tersebutlah yang digunakan untuk membuat Gula Merah dan Gula Semut.
Gula Semut Bukit Buatan Bang Rudi dan Keluarga
Setelah mendapatkan sari-sari dari Air Nira tersebut maka api kompor pun dimatikan, dan Bang Rudi melakukan proses pendinginan untuk membuat Gula Semutnya. Oh iya kebetulan pada saat aku datang Bang Rudi sedang membuat Gula Semut, jadi aku tidak melihat proses Gula Merahnya, namun kata Bang Rudi untuk membuat gula merah Sari-sari air nira tadi tinggal dimasukan kedalam cetakan bambu yang sudah mereka sediakan, lalu tinggal tunggu dingin dan jadi deh gula merah.
Nah kita lanjut ke proses pembuatan Gula Semut ya, Proses pendinginan dalam pembuatan Gula Merah dan Gula Semut itu berbeda, untuk Gula Semut sendiri proses pendinginannya itu di gesek-gesek-an ke pinggiran kuali, menurut Bang Rudi proses pendiginan dengan teknik seperti ini lebih cepat dibandingkan dengan dikipas-kipas dan didiamkan. Agak sedikit susah untuk mendeskripsikan proses pembuatan Gula Semut ini, lebih lengkapnya kalian bisa langsung lihat prosesnya dalam vlog aku dibawah ini ya guys.
Oke deh sampai disini dulu ya teman-teman postingan Badia kali ini, sampai ketemu dipostingan berikutnya.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib